Home Blog Menuju Bebas Kaki Gajah, Tabalong Periksa 1.050 Warga di 30 Desa

Menuju Bebas Kaki Gajah, Tabalong Periksa 1.050 Warga di 30 Desa

by iin hendriyani

Tabalong – Skrining filariasis menyasar ribuan responden di 30 desa di Tabalong. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi dini infeksi agar penanganan dapat segera dilakukan dan mencegah kecacatan permanen.

Skrining pemeriksaan kaki gajah atau filariasis di Tabalong menyasar 1.050 responden di 30 desa.

Kegiatan yang dilakukan tim puskesmas dan Dinas Kesehatan Tabalong, dengan pendampingan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat atau BBLKM Banjarbaru ini berlangsung selama enam hari.

Tim BBLKM Banjarbaru, M. Rasyid Ridha menjelaskan, hasil pemeriksaan akan dikumpulkan dan dilaporkan kepada Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, sebagai bahan evaluasi status filariasis di Tabalong.

“Hasil ini kita melalui proses juga ya, malam ini kita hari kedua ya pelaksanaannya yang kemarin pelaksanaannya sudah lima lokus, malam ini lima lokus. Nah ini kita kumpulkan dulu, kemudian kita nanti lakukan pemeriksaan mikroskopis melalui mikroskop, nah itu ditemukan nanti apakah ada di dalam darah yang kita lakukan pengambilan darah ini ada terdapat mikrofilaria atau cacing mikrofilaria atau parasit yang ada di dalam tubuh responden,” ujar M. Rasyid Ridha, Tim BBLKM Banjarbaru.

Pengelola Program Filariasis Dinas Kesehatan Tabalong, Susan menjelaskan, jika hasil skrining menunjukkan positif filariasis, maka puskesmas setempat akan menyampaikan hasil tersebut kepada warga yang bersangkutan.

“Nanti setelah hasilnya keluar, jika hasilnya positif akan diberitahukan langsung oleh pihak puskesmas setempat kepada individu tersebut. Jadi mereka yang nantinya akan berkoordinasi dengan warga yang terkena kaki gajah ini, nanti diinfokan langsung lewat masyarakat dan jika hasilnya negatif maka tidak akan ada pemberitahuan dari pihak puskesmas,” kata Susan, Pengelola Program Filariasis Dinkes Tabalong.

Melalui skrining ini, Susan berharap dapat mengetahui kondisi filariasis di masyarakat, sebagai dasar menentukan langkah pencegahan selanjutnya. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari gigitan nyamuk untuk mengurangi risiko penularan.

Muhammad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment