Tabalong – Puluhan warga Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, menjalani skrining penyakit kaki gajah atau filariasis melalui pengambilan sampel darah. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mendeteksi dini filariasis, sekaligus mendukung target kabupaten bebas kaki gajah.
Sebanyak 35 warga Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, menjalani pengambilan sampel darah untuk skrining penyakit kaki gajah pada 25 Oktober 2026 malam.
Kegiatan ini dilakukan tim puskesmas dan Dinas Kesehatan Tabalong, dengan pendampingan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat atau BBLKM Banjarbaru.
Pengelola Program Filariasis Dinas Kesehatan Tabalong, Susan menyebut, skrining ini menjadi salah satu tahap penting untuk menilai keberhasilan program pencegahan filariasis. Jika hasil pemeriksaan dan tahap evaluasi memenuhi persyaratan, Tabalong berpeluang mendapatkan sertifikat bebas filariasis.
“Ya harapannya dengan adanya skrining ini diharapkan masyarakat Tabalong bisa terbebas dari penyakit kaki gajah itu tadi, dan juga ada motivasi kita untuk kabupaten mendapatkan sertifikat bebas kaki gajah,” ujar Susan, Pengelola Program Filariasis Dinkes Tabalong.
Kepala Desa Kapar, Saipul Rahman, menyambut baik pelaksanaan skrining ini. Ia berharap hasil pemeriksaan ini tidak menemukan warga yang terpapar penyakit kaki gajah.
“Ya terima kasih ya, kami dari Pemerintah Desa Kapar turut dan sangat mengapresiasi serta mendukung pelaksanaan skrining penyakit kaki gajah ini di Desa Kapar. Tahun 2023 lalu itu pernah dilaksanakan juga pemeriksaan ini dan tidak ada yang kena, dan tahun ini semoga tidak ada lah,” kata Saipul Rahman, Kepala Desa Kapar.
Ipul juga berharap skrining ini dapat mendeteksi dini keberadaan filariasis di masyarakat, sehingga warga yang memerlukan penanganan lanjutan dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Diketahui di Tabalong, skrining filariasis menyasar 1.050 responden di 30 desa, yang dilaksanakan selama enam hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari evaluasi program pemberian obat pencegahan filariasis yang telah berlangsung selama lima tahun terakhir.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
