Komite Olahraga Masyarakat Indonesia KORMI Kabupaten Tabalong menggelar festival olahraga masyarakat dan permainan tradisional, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kegiatan digelar di halaman Pendopo Bersinar Pembataan, pada 23 Agustus 2026, dengan menghadirkan berbagai perlombaan olahraga masyarakat dan permainan tradisional.
Sejumlah perlombaan digelar dalam festival ini, diantaranya bakiak, engrang, lari balok, dan sepeda lambat. Tidak hanya permainan tradisional, KORMI Tabalong juga menggelar senam lansia, serta senam zumba dan aerobik bersama ASIAFI Tabalong. Total hadiah yang disediakan dalam seluruh kategori perlombaan mencapai 14 juta rupiah.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pertama KORMI Tabalong dalam mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga, sekaligus memperkenalkan dan meletarikan permainan tradisional di tingkat kabupaten.
Ketua KORMI Kabupaten Tabalong, Muhammad Dzaky Makarim mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81, tetapi juga menjadi upaya mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga, khususnya, melalui olahraga masyarakat dan permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat.
“Yang pertama tujuan kami dari KORMI yaitu untuk memperingati hari kemerdekaan yang ke-81 Republik Indonesia, selain itu kami juga ingin mendorong dan mengajak masyarakat untuk aktif berolahraga khususnya olahraga masyarakat dan permainan tradisional. Untuk tingkat kabupaten ini yang pertama kalinya digelar oleh KORMI Kabupaten Tabalong, dimana ini agenda kami pertama yaitu untuk memicu dan mengajak masyarakat untuk berolahraga dan melestarikan permainan tradisional,” kata M. Dzaky Makarim, Ketua KORMI Tabalong.
Ke depan, KORMI Tabalong berupaya mengembangkan program serupa di tingkat kecamatan, yang menyasar wilayah Tabalong selatan, tengah, dan utara. KORMI juga membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah desa, untuk mengembangkan olahraga masyarakat dan permainan tradisional hingga ke tingkat desa.
Selain masyarakat umum, pelestarian permainan tradisional juga akan diarahkan kepada generasi muda, khususnya para pelajar dan santri pondok pesantren. Agar olahraga masyarakat dan permainan tradisional dapat semakin dikenal dan dilaksanakan oleh generasi muda.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
