Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi, berkomitmen menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan retreat kepemimpinan di Akademi Militer Magelang untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Tabalong. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari pada pertengahan April 2026 itu dinilai memberikan banyak wawasan penting bagi para pemimpin daerah.
Riza Fahlipi mengatakan, salah satu materi utama yang dibahas dalam retreat tersebut berkaitan dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, keberhasilan menuju Indonesia maju tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
Ia menilai sumber daya manusia yang unggul harus memiliki kecerdasan, wawasan kebangsaan, kemampuan teknologi, serta akhlak yang baik sebagai dasar pembangunan bangsa. Selama mengikuti retreat, seluruh peserta juga menjalani berbagai agenda kepemimpinan yang padat dan terstruktur.
Ketua DPRD Tabalong ini menegaskan, seluruh pengetahuan yang diperolehnya akan diupayakan untuk diterapkan di Tabalong sesuai tugas dan fungsi DPRD dalam mendukung pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.
Riza juga mengaku mendapat pesan penting dari Prabowo Subianto, yang disampaikan di hadapan ratusan ketua DPRD kabupaten dan kota se-Indonesia. Presiden meminta para pemimpin berani mengambil keputusan yang berpihak kepada rakyat dan belajar dari sejarah untuk menjadi pemimpin yang tangguh.
“Apa yang kami terima ini insyaallah kami akan bantu terapkan ke daerah, tepatnya di Kabupaten Tabalong. Tapi ada satu pesan yang disampaikan Pak Presiden Prabowo, kepala seluruh ketua DPRD se-Indonesia, sekitar 516 kabupaten kalau tidak salah. Beliau mengatakan, setiap pemimpin ambillah satu keputusan, dan keputusan itu harus berpihak kepada rakyat. Satu lagi pesan beliau, kalau kita mau menjadi seorang pemimpin yang tangguh, belajarlah dari sebuah sejarah. Di situ juga beliau mengatakan tidak ada kebenaran yang mendua apabila itu kita laksanakan,” ujar Riza Fahlipi, Ketua DPRD Tabalong.
Selain materi kepemimpinan, para peserta juga menerima pembekalan dari berbagai instansi terkait sektor pertanian, hukum, pencegahan korupsi, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat. Materi tersebut disampaikan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian Republik Indonesia, dan sejumlah stakeholder lainnya.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
