Musim kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kalimantan, termasuk di Kabupaten Tabalong, kini mulai berdampak pada produk horti. Salah satunya yaitu naiknya harga sejumlah komoditas sayur-mayur di pasaran akibat kekeringan lahan pertanian yang menyebabkan pasokan hasil panen berkurang.
Berdasarkan pantauan di Pasar Tanjung pada Rabu 12 Agustus 2026, sejumlah komoditas sayur-mayur mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kacang panjang yang sebelumnya dijual dengan harga 10 ribu rupiah per kilogram kini naik menjadi 15 ribu rupiah per kilogram. Begitu pula terong ungu yang naik dari 10 ribu rupiah menjadi 15 ribu rupiah per kilogram. Sementara itu, timun yang sebelumnya dijual dengan harga 7 ribu rupiah per kilogram kini meningkat menjadi 15 ribu rupiah per kilogram.
Salah seorang pedagang sayur di Pasar Tanjung, Handoko mengakui kenaikan harga sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Menurutnya, musim kemarau menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan, sehingga petani harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk penyiraman tanaman. Di sisi lain kenaikan biaya bahan bakar juga menambah beban operasional para petani.
“Karena kemarau biaya operasional kebun kan naik untuk nyiram dan sekarang bbm juga mahal jadi mereka bertahan dengan yang ada saja, kalau bisa tanaman itu hidup dengan apa adanya ya mungkin dibiarkan begitu saja tapi kalau tanaman yang harus disiram terus itu tidak memungkinkan. Tapi untuk pasokan nya aman saja atau seperti apa? Kalau pasokan nya saat ini sih begini ya kadang ada, kadang tidak ada,” ujar Handoko, Pedagang.
Meskipun harga sejumlah jenis sayur mengalami kenaikan, namun harga bawang merah dan bawang putih masih relatif stabil. Saat ini bawang merah masih dijual dengan harga 35 ribu rupiah per kilogram, sedangkan bawang putih bertahan di harga 30 ribu rupiah per kilogram. Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik agar produksi pertanian kembali normal dan harga sayur-mayur di pasar dapat berangsur stabil.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
