Home Harga Bapok Aturan Baru Penjualan Pertalite di SPBU Hikun Berlaku, Antrean Lebih Tertib

Aturan Baru Penjualan Pertalite di SPBU Hikun Berlaku, Antrean Lebih Tertib

by iin hendriyani

SPBU Hikun mulai menerapkan aturan baru penjualan BBM bersubsidi Pertalite sesuai kebijakan Pemerintah Kabupaten Tabalong. Kebijakan yang mulai berlaku pada 3 Agustus 2026 ini diterapkan untuk meningkatkan ketertiban penyaluran BBM bersubsidi sekaligus mengurangi antrean di SPBU.

Pada hari pertama penerapan kebijakan, SPBU Hikun memberlakukan batas maksimal pembelian Pertalite bersubsidi sebesar 200 ribu rupiah untuk mobil dan 70 ribu rupiah untuk sepeda motor. Selain itu, jam operasional penjualan juga dimajukan menjadi pukul enam pagi sesuai kesepakatan bersama.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kebijakan tersebut, proses penjualan mendapat pengamanan dan pengaturan dari Satuan Polisi Pamong Praja, Babinsa, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong. Hasilnya, antrean kendaraan terlihat lebih tertib dan waktu tunggu masyarakat menjadi lebih singkat dibandingkan sebelum aturan baru diberlakukan.

Manager SPBU Hikun, Muhammad Zidni Ilma, menjelaskan pihaknya menerima pasokan Pertalite sekitar delapan ribu liter setiap kali pengiriman, dengan frekuensi antara 22 hingga 24 kali dalam satu bulan. Pola pelayanan yang baru ini akan diterapkan selama satu bulan ke depan sebelum dilakukan evaluasi bersama pemerintah daerah.

“Untuk Pertalite kami kalau datang dari pengantaran kami langsung distribusikan, tapi kalau sebulan biasanya 22 sampai 24 kali datang, jadi pasti ada dalam 1 bulan itu beberapa hari yang tidak jualan, untuk kapasitas datang kami menerima 8.000 liter, biasanya jam 7 pagi buka sampai sore itu habis. Untuk ke depan pastinya pola ini tetap sama dijalankan sesuai dengan yang kemarin, dan kita jalankan ini dulu 1 bulan, kalau ada perkembangan baik, kita lanjutkan, tapi kalau tidak ada perkembangan atau masih sulit diatur kita diskusikan lagi,” ujar Muhammad Zidni Ilma, Manager SPBU Hikun.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat menyambut baik kebijakan tersebut dan bersedia mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Meski demikian, masih ada sebagian kecil masyarakat yang merasa keberatan karena belum mengetahui adanya perubahan ketentuan penjualan Pertalite.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment