Home Blog Kabut Asap Ganggu Jam Belajar! Sekolah di Tabalong Ambil Langkah Ini

Kabut Asap Ganggu Jam Belajar! Sekolah di Tabalong Ambil Langkah Ini

by iin hendriyani

TABALONG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali meningkat di Tabalong dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini mendorong sejumlah sekolah memulangkan siswa lebih awal untuk mengurangi paparan asap saat kegiatan belajar berlangsung.

Meningkatnya kabut asap saat jam sekolah membuat sejumlah sekolah di Tabalong menyesuaikan waktu belajar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak paparan asap terhadap kesehatan siswa.

Berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka terbatas atau jarak jauh, dengan mempertimbangkan Indeks Standar Pencemaran Udara atau ISPU yang dipantau secara daring.

Kepala SMP Negeri 1 Tanjung, Sopaidi mengatakan, pihak sekolah telah memulangkan siswa lebih awal sejak 7 Oktober 2026, dengan waktu kepulangan pukul 12.00 WITA. Kebijakan ini diambil menyusul peningkatan nilai ISPU yang menunjukkan kondisi kualitas udara perlu diwaspadai.

“Pada hari ini kita pembelajaran terbatas itu disamping pembelajarannya dipersingkat, dari jam 8-12 itu siswa kita pulangkan, melihat angka ISPU pada hari ini per 8 Oktober 2026 itu kisarannya 285 itu masih tidak aman lah bagi anak didik ataupun guru,” ujar Sopaidi, Kepala SMPN 1 Tanjung.

Kebijakan serupa juga diterapkan SMP Negeri 4 Tanjung. Kepala Sekolah Imam Nashokha menyebutkan, Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong masih berlaku, sehingga sekolah dapat menyesuaikan waktu kepulangan siswa jika kabut asap kembali meningkat.

“Berdasarkan surat edaran yang sampai sekarang belum dicabut terkait kebijakan sekolah yang dapat menentukan hari sekolah dan jam sekolah karena kabut asap ketika terjadi tiba-tiba ada asap ISPU meningkat maka kami memberikan kebijakan dalam relaksasi pembelajaran untuk bisa dilaksanakan secara PJJ,” kata Imam Nashokha, Kepala SMPN 4 Tanjung.

Imam menambahkan, informasi kepulangan lebih awal disampaikan kepada orang tua sekitar satu jam sebelum waktu pulang. Dengan demikian, orang tua memiliki waktu untuk mengatur penjemputan, sementara pihak kantin dapat menyesuaikan kegiatan berjualan.

Penyesuaian waktu belajar ini menjadi langkah antisipasi sekolah di tengah meningkatnya kabut asap. Pemantauan kualitas udara dan kondisi di lapangan menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan belajar, agar keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas.

Gazali Rahman, TV Tabalong Melaporkan.

You may also like

Leave a Comment