Home Blog Hari Santri Nasional, Pesantren Tabalong Didorong Mandiri Tanpa Tinggalkan Akhlak

Hari Santri Nasional, Pesantren Tabalong Didorong Mandiri Tanpa Tinggalkan Akhlak

by iin hendriyani

Pemerintah Kabupaten Tabalong bersama Kementerian Agama Tabalong menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam peringatan ini ponpes didorong untuk tetap mengutamakan akhlakul karimah di tengah upaya mendorong kemandirian ekonomi.

Ratusan santri dan santriwati bersama pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Tabalong mengikuti apel peringatan Hari Santri Nasional 2026, di Pondok Pesantren Al Islam Kambitin, Senin, 26 Oktober 2026.

Apel diisi dengan pengibaran bendera merah putih, pembacaan ikrar santri Indonesia, serta naskah resolusi jihad. Tahun ini, peringatan hari santri mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Kepala Kantor Kementerian Agama Tabalong, Sahidul Bahri, menekankan pentingnya akhlakul karimah sebagai landasan utama santri dalam menuntut ilmu dan menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kita jaga akhlakul karimah kita karena bagaimanapun juga itu fondasi kita. Karena bagaimanapun orang yang mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi kalau tidak punya akhlak maka tidak ada nilainya di mata Allah SWT. Kami yakin pondok pesantren adalah garda kita terdepan dalam menjaga nilai-nilai termasuk akhlakul karimah di Kabupaten Tabalong,” tutur Sahidul Bahri, Kepala Kemenag Tabalong.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Madaniyah Jaro, Murjani, berharap dukungan pemerintah daerah dan Kementerian Agama terus berlanjut, baik berupa motivasi maupun dukungan materiil, agar kemandirian ekonomi pesantren dapat terwujud.

“Di momen hari santri yang sakral ini isu yang paling besar adalah kemandirian ekonomi pesantren nah kami dan memang semuanya berharap support dari pemerintah daerah dari Kementerian Agama dan tokoh-tokoh untuk senantiasa memberikan motivasi dan dukungan lainnya untuk kemandirian ekonomi santri tetap terwujud,” ujar Murjani, Pimpinan Ponpes Al Madaniyah Jaro.

Pengawas Pondok Pesantren Al Islam Kambitin, Fajerianur Musadi, juga menilai kemandirian ekonomi penting bagi pesantren. Namun, pengembangan usaha harus tetap sejalan dengan khittah pesantren dalam mendidik dan membina santri menjadi munzirul qaum atau pembimbing umat.

“Jadi kami terima kasih atas arahan dan dukungan Pak Bupati. Memang sekarang pesantren bukan lagi scoop-nya kecil ya untuk berjuang di tengah masyarakat tetapi juga bagaimana santri yang wirausaha nah mudah-mudahan kita bisa menuju ke arah sana yang lebih baik di samping tetap santri pada khittah-nya yaitu menjadi munzirul qaum,” kata Fajerianur Musadi, Pengawas Ponpes Al Islam Kambitin.

Apel Hari Santri Nasional ini turut dihadiri Bupati Tabalong Haji Muhammad Noor Rifani, Ketua TP PKK Tabalong Hajjah Desi Suryanti Noor Rifani, serta jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan tersebut, bupati juga meninjau stand usaha Pondok Pesantren Al Islam Kambitin dan meresmikan kantor administrasi pesantren.

Maria Ulfah, TV Tabalong, Melaporkan.

You may also like

Leave a Comment