Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting tahun 2026 mendapatkan sambutan yang baik dari orang tua penerima manfaat. Pasalnya, melalui program tersebut, perkembangan anak yang awalnya stunting terus berkembang menjadi lebih baik.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu penerima manfaat Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dari Desa Bahungin, Kecamatan Kelua, Fitriani, saat diwawancarai pada kegiatan monitoring sekaligus pemberian bantuan lanjutan yang dilakukan oleh Diskominfo dan LPPL Tabalong, pada 22 Agustus 2026.
Fitriani mengungkapkan, sejak adanya pendampingan dari orang tua asuh, perkembangan anaknya sudah jauh lebih baik. Hal ini terlihat dari bertambahnya tinggi dan berat badan anak.
“Nyaman ulun bu ai, ASI semakin lancar, adiknya kan timbangan tambah naik, inggih tinggi naik, sehat,” kata Fitriani, Orang tua penerima bantuan.
Hal serupa juga dirasakan oleh orang tua penerima manfaat, Arbainsyah. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian pemerintah daerah pada perkembangan anaknya. Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut apabila anak belum terlepas dari stunting.
“Ya artinya jaka kawa ni bu ai lanjut pang bu ai jaka istilahnya kan. Istilahnya kalau masih stunting pa kai kalau misalnya ampih stunting itu kadapapa lagi itungannya. Istilahnya ini pun kami berterimakasih itungannya banyak kan bapak dan ibu Puskesmas, bapak ibu buan Tanjung kan itungannya,” ujar Arbainsyah, Orang tua penerima bantuan.
Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting dilakukan seluruh SKPD di lingkup Kabupaten Tabalong, yakni dengan memberikan susu protein tinggi, makanan tambahan, dan pemenuhan gizi lainnya sesuai yang direkomendasikan oleh tenaga kesehatan, serta melakukan monitoring secara berkala selama 4 kali dengan durasi waktu selama 56 hari.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
