Dinas Sosial P3AP2KB Tabalong meningkatkan kapasitas pengelola Tempat Penitipan Anak, TPA, dalam pencatatan dan pelaporan. Kegiatan ini dilakukan agar TPA mampu memenuhi empat layanan dalam program Taman Asuh Sayang Anak, atau Tamasa.
Sebanyak 40 pengelola TPA yang terdaftar dalam aplikasi Tamasa, mengikuti peningkatan kapasitas pencatatan dan pelaporan. Kegiatan digelar Dinsos P3AP2KB Tabalong, Selasa 1 September 2026, di Hotel Jelita Tanjung.
Kegiatan ini merupakan program Kemendugbangga BKKBN, dengan menghadirkan narasumber dari Provinsi Kalimantan Selatan. Materi yang diberikan berfokus pada pencatatan dan pelaporan, sebagai bagian dari upaya memastikan empat layanan Tamasa dapat diterapkan di setiap TPA. Seperti peningkatan kompetensi pengasuhan, pemantauan tumbuh kembang anak, pendampingan keluarga, hingga layanan rujukan.
“Dalam hal ini program Kemendugbangga BKKBN yang menghadirkan narasumber dari Provinsi Kalimantan Selatan, dan tujuannya adalah untuk pencapaian terkait dengan pencatatan pelaporan di mana harus target utamanya adalah 4 layanan harus terpenuhi,” ujar dr. Syaifullah, Kabid Pengendalian Penduduk & KB Dinsos P3AP2KB Tabalong.
Melalui penguatan kapasitas ini, seluruh TPA diharapkan mampu menjalankan empat layanan Tamasa secara optimal. Program ini juga diharapkan mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Keluarga, menurunkan risiko stunting, serta memperkuat peran orang tua melalui kelas pengasuhan dan sistem rujukan. Dengan pencatatan dan pelaporan yang baik, layanan pengasuhan anak di TPA diharapkan semakin terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak.
Gazali Rahman, TV Tabalong, melaporkan.
