Tanjung – Akreditasi menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja Tabalong, menyusul masih sedikitnya Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) yang telah terakreditasi. Dari total 32 lembaga, baru enam yang mengantongi akreditasi.
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong terus mendorong peningkatan akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Swasta. Berdasarkan data Disnaker, dari total 32 LPKS yang berada di bawah binaannya, baru enam lembaga yang telah terakreditasi, sementara 12 LPKS lainnya telah memenuhi persyaratan pengajuan dan saat ini masih menjalani proses akreditasi di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan 14 LPKS lainnya belum pengajuan akreditasi.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Disnaker Tabalong, Resnadi, menjelaskan proses akreditasi memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan serta tahapan penilaian. Meski 12 LPKS telah memenuhi syarat pengajuan akreditasi, namun waktu penyelesaiannya belum dapat dipastikan. Menurutnya, akreditasi dinilai penting karena tidak hanya menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas lembaga pelatihan, tetapi juga membuka peluang mendapatkan dukungan sarana prasarana dari pemerintah pusat.
“Kemarin itu ada 12 LPKS yang sudah memenuhi syarat dan itu diperbolehkan mengusul akreditasi, karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Alhamdulillah dari 12 LPKS tersebut sudah bisa untuk diproses di Disnaker provinsi, nah kapan selesai dan resminya terakreditasi, kita belum tahu, ini masih dalam tahap proses, karena itu memakan waktu yang lumayan lama untuk mekanismenya,” ujar Resnadi, Kabid Pelatihan Kerja dan Produktifitas.
LPKS yang telah terakreditasi dapat mengusulkan bantuan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, baik berupa pembangunan gedung pelatihan maupun pengadaan peralatan penunjang. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sarana dan prasarana serta meningkatkan kualitas pelatihan yang diberikan kepada peserta.
Karena itu, Disnaker Tabalong terus mendorong LPKS yang belum terakreditasi agar segera memenuhi standar yang ditetapkan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Tabalong Smart, khususnya target mencetak 15 ribu tenaga terampil yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong Melaporkan.
