Home Blog Biotron dan Asam Humat Jadi Solusi Masalah Tanah Hadapi Kemarau Panjang

Biotron dan Asam Humat Jadi Solusi Masalah Tanah Hadapi Kemarau Panjang

by iin hendriyani

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Tabalong, turut berdampak pada sektor pertanian karena tanah menjadi kering dan kehilangan kemampuan menyimpan air. Kondisi ini mendorong DKP3 Tabalong menyiapkan pemanfaatan biotron dan asam humat sebagai salah satu solusi.

Kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Tabalong, tidak hanya membatasi ketersediaan air bagi tanaman, namun juga berdampak pada kondisi tanah di lahan pertanian. Tanah yang kering mengalami penurunan kemampuan menyimpan air dan nutrisi, sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan DKP3 Tabalong menggelar pelatihan pembuatan biotron dan asam humat bagi PPL pada 1 September 2026. Biotron dan asam humat mampu membuat tanah kembali lebih gembur, serta membantu mengurangi dampak residu pestisida dan kandungan logam berat dari air irigasi.

Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji menyebut, pemanfaatan bahan organik ini diharapkan menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan penyuluh kepada petani, terutama saat kondisi iklim tidak menentu dan musim kemarau berlangsung lebih panjang.

“Jadi juga tujuan lain kita dari kegiatan ini adalah tentunya tidak lain bagaimana para penyuluh bisa memberikan solusi terhadap kondisi alam yang saat ini kita ketahui kemarau panjang, dan juga iklimnya bisa tidak menentu. Nah salah satu solusinya adalah bagaimana tanah yang selama ini biasanya kita lakukan pemupukan dengan bahan kimia, lalu kita gunakan saja pupuk berbahan organik ya yang tadi biotron dan asam humat itu,” kata Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.

Penerapan biotron dan asam humat ini selanjutnya diharapkan tidak hanya membantu mempertahankan kondisi tanah, tetapi juga menjaga pertumbuhan tanaman saat ketersediaan air terbatas. Penyuluh pertanian juga didorong untuk menerapkan pengetahuan tersebut di lahan pertanian sesuai dengan kondisi setempat.

“Kita sekarang ini ya cukup memprihatinkan lah sebagaimana kondisi saat ini kemarau panjang dan tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman khususnya padi di daerah Tabalong. Dan harapan kami tentu saja dengan kegiatan pelatihan pembuatan biotron dan asam humat ini tentu saja berpengaruh sekali nantinya dan bisa kita terapkan di lahan-lahan pertanian untuk mengatasi pertumbuhan tanaman yang kekurangan air ini dan harapannya bisa berpengaruh besar terhadap tanaman,” kata Yuli Permana, Timker Penyuluh Pertanian Tabalong.

Pemanfaatan biotron dan asam humat diharapkan menjadi langkah alternatif dalam menjaga kualitas tanah, sekaligus menekan biaya produksi petani. Dengan kondisi tanah yang lebih sehat dan mampu menyimpan air lebih baik, tanaman diharapkan tetap dapat tumbuh optimal meski dihadapkan pada kemarau panjang.

Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment