Usianya baru enam tahun, namun Djawara Kian Maharaya Suseno sudah berani turun dalam kompetisi biliar dan menantang atlet dewasa. Djawara menjadi peserta termuda dalam Mentari Competition Nine Ball yang digelar di Tabalong.
Sosok Djawara Kian Maharaya Suseno menjadi perhatian dalam Mentari Competition Nine Ball. Di usia yang masih enam tahun, Djawara sudah berani turun bertanding dan berhadapan langsung dengan peserta yang jauh lebih dewasa.
Mentari Competition Nine Ball yang berlangsung 30 hingga 31 Agustus 2026 ini, menjadi salah satu pengalaman Djawara dalam mengasah kemampuannya. Orang tuanya menyebut, Kian sebelumnya juga sudah beberapa kali mengikuti lomba biliar.
Dalam tiga kompetisi sebelumnya, Djawara disebut selalu mampu menembus delapan besar, meski harus terhenti saat menuju babak empat besar. Bagi orang tua atlet, Agung Djawara, pembinaan dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan dengan kondisi anak.
“Ya kita orang tua cuma mendidik anak itu kan semaksimal mungkin waktu dia lagi mood saja karena anak-anak ini. Ya sebagaimana yang saya pelajari dulu, artinya dari step step untuk pemula itu ya harus bertahap-tahap dan terus naik ke level-level selanjutnya yang lebih tinggi gitu. Sebelumnya juga sudah ada pernah ikut lomba juga anak saya ini, untuk tiga kali pertama lomba dia ini selalu masuk 8 besar dan gugur di menuju 4 saja sih,” ujar Agung Djawara, Orang Tua Atlet.
Keberanian Djawara turun di kompetisi yang diisi atlet dewasa dinilai menjadi modal awal untuk membentuk mental bertanding. Terlebih, usianya yang masih sangat muda membuatnya memiliki waktu panjang untuk terus mengembangkan kemampuan di cabang olahraga biliar.
“Ya harapan kami, bisa menjadi dan melahirkan atlet yang nantinya akan membanggakan Tabalong baik di event provinsi maupun di event nasional. InsyaAllah ini ada bibit muda yang berani tampil dan insyaAllah kami dari KONI Tabalong siap mendukung atlet ini untuk mewakili Kabupaten Tabalong,” ujar Irwan Hidayat, Ketua KONI Tabalong.
Djawara kini menjadi salah satu gambaran bibit muda yang mulai berani berkompetisi di cabang olahraga biliar. Dukungan orang tua, pembina dan organisasi olahraga diharap dapat menjaga minat serta mengembangkan kemampuannya secara bertahap, hingga kelak mampu membawa nama Tabalong di level yang lebih tinggi.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
