Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh atau PJJ di Kabupaten Tabalong, selama tiga hari berjalan lancar. PJJ diterapkan mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026, akibat kondisi kualitas udara buruk karena kabut asap.
Pelaksanaan PJJ diterapkan di seluruh sekolah jenjang PAUD hingga SMP di Tabalong. Salah satunya di SMP Negeri 2 Tanjung, yang melaksanakan pembelajaran secara daring menggunakan aplikasi Google Classroom.
Melalui aplikasi ini, siswa tetap mengikuti pembelajaran sesuai jadwal, dengan materi dan soal yang telah disiapkan guru. Kepala SMP Negeri 2 Tanjung Hairani menjelaskan, pelaksanaan PJJ di sekolah ini berjalan lancar.
“Proses PJJ di SMP Negeri 2 Tanjung ini kami menggunakan Google Classroom yang alhamdulillah itu sudah lama kami gunakan, jadi untuk pas PJJ ini sangat berguna sekali karena Sekolah SMP Negeri 2 Tanjung ini sebagai sekolah kandidat rujukan Google. Nah jadi kami tinggal menggunakan saja lagi, jadi anak-anak sudah biasa juga menggunakan Classroom,” ujar Hairani, Kepala SMPN 2 Tanjung.
Kepala Disdikbud Tabalong Gusti Judid Ihsan Permana menyebut, pelaksanaan PJJ di Tabalong secara keseluruhan berjalan aman dan lancar. Kesiapan guru juga didukung pengalaman melaksanakan pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19.
“Untuk pelaksanaan PJJ ini karena kita juga pernah mengalami situasi seperti ini pada COVID kemarin, kawan-kawan guru sudah sigap dalam hal menyikapi pembelajaran jarak jauh ini,” ujar Gusti Judid Ihsan Permana, Kadisdikbud Tabalong.
Sebelumnya Pemkab Tabalong mengeluarkan kebijakan untuk pelaksanaan PJJ selama 3 hari dari 31 Agustus hingga 2 September 2026, menyusul tingginya pencemaran udara akibat kabut asap. Pembelajaran tatap muka kembali diterapkan pada 3 September, karena kondisi kualitas udara di Tabalong membaik.
Gazali Rahman, TV Tabalong, melaporkan.
