Desa Wayau bersama Perpustakaan Bina Ilmu Desa Wayau, menggelar lomba bertutur dan bercerita tingkat Sekolah Dasar, sebagai upaya mendorong peningkatan literasi anak di era digital. Lomba juga digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, menggelar lomba bertutur dan bercerita tingkat Sekolah Dasar di Aula Kantor Desa Wayau pada 22 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menumbuhkan minat baca dan kemampuan berkomunikasi anak sejak dini.
Lomba ini diikuti 13 peserta dari kelas lima hingga kelas enam, yang mewakili tiga Sekolah Dasar, yaitu SDN 1 Wayau, SDN 2 Wayau, dan SDN 2 Kalahang. Selain untuk meningkatkan kualitas literasi anak di tengah perkembangan era digital, lomba ini juga untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Desa Wayau, Masrani, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan motivasi kepada anak agar kembali gemar membaca. Terutama karena aktivitas anak saat ini banyak beralih ke penggunaan gawai.
“Tujuannya sebenarnya umum ya, sebenarnya kita ingin memajukan literasi ataupun meningkatkan kemampuan membaca para anak-anak kita biar mereka termotivasi karena menghadapi era globalisasi saat ini kan anak-anak itu kadang banyak menggunakan gadget ataupun HP. Jadi kita berharap, kita juga mendukung program pemerintah untuk mendukung program literasi anak-anak agar bisa lebih tinggi lagi ataupun bisa kita tingkatkan, makanya kita arahkan anak-anak kita itu supaya bisa rajin membaca,” ujar Masrani, Kepala Desa Wayau.
Penilaian dalam lomba ini tidak hanya melihat kemampuan peserta menghafal cerita, namun juga meliputi penghayatan, intonasi, ekspresi wajah, mimik, hingga kostum yang digunakan. Dari 13 peserta, ditetapkan enam pemenang, dengan juara satu hingga tiga mendapatkan piala, piagam, perlengkapan sekolah, dan uang tunai, sementara juara harapan satu hingga tiga mendapatkan piagam, perlengkapan sekolah, dan uang tunai. Juri sekaligus Ketua TP PKK Desa Wayau, Nuriyah, berharap kemampuan yang ditunjukkan peserta tidak berhenti pada lomba ini, melainkan dapat terus dikembangkan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.
“Harapannya ke depan mungkin untuk para peserta bukan hanya ini saja dan tidak hanya sampai di sini saja. Peserta yang ikut hari ini mungkin bisa ikut ke tingkat yang lebih tinggi lagi seperti tingkat kabupaten kalau bisa, kemudian provinsi apalagi kalau sampai nasional,” kata Nuriyah, Juri dan Ketua TP PKK Desa Wayau.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi anak-anak untuk lebih sering membaca, sehingga bukan hanya mampu bercerita dengan baik, namun juga memiliki kemampuan literasi yang kuat untuk menghadapi perkembangan teknologi dan informasi ke depannya.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
