Realisasi Penanaman Modal Asing atau PMA di Kabupaten Tabalong hingga triwulan kedua tahun 2026 tercatat mencapai ratusan miliar rupiah. Investasi tersebut tersebar pada puluhan kegiatan usaha dan turut menyerap tenaga kerja di daerah.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Tabalong, realisasi penanaman modal asing hingga triwulan kedua tahun 2026 mencapai 269,07 miliar rupiah.
Nilai investasi tersebut terdiri dari 58 kegiatan usaha yang dijalankan oleh 23 perusahaan. Dari realisasi investasi ini, terdapat sekitar 114 tenaga kerja yang terserap.
Kepala DPMPTSP Tabalong, Muhammad Rasyid, menyebut investasi asing saat ini masih dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global dan nasional. Meski demikian, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar penanaman modal di daerah dapat terus bertumbuh.
“Memang sebenarnya saat ini baik global maupun internasional memang bukan hanya terjadi di kabupaten, secara nasional memang pemerintah sudah mengusahakan penanaman modal asing ini agar bertumbuh. Tapi memang tidak ada ketentuan bahwa target kita penanaman modal sekian begitu, pusat hanya menetapkan target pertumbuhan,” kata M. Rasyid, Kepala DPMPTSP Tabalong.
Rasyid menambahkan, realisasi PMA tidak semata-mata diukur dari besaran nilai investasi, namun juga dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan investasi dengan memberikan kemudahan dan pelayanan perizinan bagi para investor. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Tabalong sebagai daerah tujuan investasi, sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Dengan terus menjaga iklim investasi yang kondusif, Pemerintah Kabupaten Tabalong berharap realisasi penanaman modal dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
Nova Arianti, TV Tabalong, melaporkan.
