Badan Pusat Statistik atau BPS Tabalong mencatat inflasi Tanjung pada Juli 2026 sebesar 0,02 persen secara bulanan. Meski relatif rendah, secara tahunan inflasi Tanjung mencapai 4,10 persen, sementara inflasi tahun kalender tercatat 2,55 persen.
Perkembangan harga barang dan jasa di Tanjung pada Juli 2026 menunjukkan inflasi yang relatif terkendali secara bulanan. Berdasarkan data BPS Tabalong, inflasi Tanjung pada Juli 2026 tercatat 0,02 persen, dibandingkan Juni 2026. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga, meski dalam skala yang kecil.
Secara bulanan, sejumlah kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Kelompok transportasi menjadi salah satu penyumbang terbesar, dengan inflasi 1,22 persen dan andil 0,13 persen. Disusul informasi komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,80 persen, sementara perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,14 persen.
Sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi 1,51 persen, dengan andil negatif 0,16 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau juga mengalami deflasi 0,06 persen, dengan andil negatif 0,02 persen.
Jika dilihat dari komoditasnya, bensin, daging ayam ras, telepon seluler, beras, dan sepeda motor menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Tanjung. Sementara telur ayam ras, tomat, bawang merah, cabai rawit, dan emas perhiasan menjadi komoditas yang menahan laju inflasi.
Dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Selatan, inflasi bulanan Tanjung sebesar 0,02 persen, lebih rendah dibandingkan Kota Banjarmasin yang mencatat 0,18 persen dan Kalimantan Selatan sebesar 0,03 persen.
Sementara secara tahunan, atau dibandingkan Juli 2025, inflasi Tanjung mencapai 4,10 persen. Juga lebih rendah dibandingkan inflasi Kalimantan Selatan yang mencapai 4,28 persen. Komoditas penyumbang terbesar dari emas perhiasan, beras, bensin, ikan nila, dan minyak goreng.
Tim Liputan TV Tabalong melaporkan.
