Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, penjualan bendera dan pernak pernik HUT Kemerdekaan mulai ramai di sejumlah ruas jalan di Tabalong. Namun bagi pedagang bendera musiman yang mengandalkan penjualan secara langsung, pendapatan kini dinilai menurun karena harus bersaing dengan penjualan secara online.
Menjelang 17 Agustus, sejumlah pedagang musiman mulai menggelar lapak bendera di pinggir jalan. Berbagai jenis bendera Merah Putih, umbul-umbul hingga pernak pernik kemerdekaan ditawarkan kepada pengguna jalan yang melintas.
Namun kondisi penjualan tahun ini diakui pedagang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Edy, pedagang bendera yang berjualan di seberang SPBU Mabuun mengaku, penjualan secara langsung mulai mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19. Terlebih, saat ini masyarakat termasuk instansi dapat membeli bendera melalui platform online.
Bagi pedagang musiman, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Sebab, mereka mengandalkan lapak sederhana di pinggir jalan dan tidak semua pedagang memiliki kemampuan atau akses untuk mengikuti pola penjualan digital.
“Kalau sudah sampai 16 Agustus itu, paling keuntungannya kadang ada 4 jutaan, kadang 5 jutaan perbulannya hasil dari setoran ke bos. Kalau masalah ada yang borong atau gak, sekarang 4 tahun kesini udah gak pernah ada lagi, bahkan pemda pemda pun, dinas atau kantor kantor gitu lah, gak tau sekarang belinya dimana, tapi kalau dulu dulu itu ya dipinggiran jalan ini, tapi yah mungkin belanja online,” ujar Edy, Pedagang Bendera.
Sementara itu, Yaman, pedagang bendera yang berjualan di depan Gedung Umaiyah Tanjung juga merasakan hal serupa. Menurutnya, perubahan kebiasaan masyarakat berbelanja melalui internet, cukup besar memengaruhi penjualan bendera secara langsung. Meski begitu, Yaman mengaku masih ada pembeli yang datang langsung ke lapaknya. Hingga saat ini, dirinya mengaku sudah menjual lebih dari 20 bendera, meski jumlah penjualan setiap harinya tidak dapat dipastikan.
“Pengaruh banget itu yang online, gede pengaruhnya. Lebih kuat yang di online saat ini. Kalau pendapatan saat ini gak bisa diprediksi lagi, kadang kadang laku, kadang satu hari kejual satu, tapi ini alhamdulillah udah ada laku 20 bendera lebih,” kata Yaman, Pedagang Bendera.
Di tengah persaingan dengan penjualan online, pedagang bendera musiman masih mengandalkan pembeli yang datang langsung ke lapak. Mereka berharap momen menjelang peringatan kemerdekaan, masih mampu meningkatkan penjualan hingga batas waktu berjualan.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
