Kebijakan baru penjualan BBM bersubsidi Pertalite yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Tabalong, juga mulai diterapkan di SPBU Mabuun dan SPBU Gunung Batu pada 3 Agustus 2026. Pihak pengelola SPBU berkomitmen menjalankan kebijakan tersebut karena dinilai mampu mengurangi antrean dan membuat penyaluran BBM lebih tertib.
Kebijakan baru penyaluran Pertalite bersubsidi kini diterapkan di sejumlah SPBU di Kabupaten Tabalong. Selain SPBU Hikun, aturan yang sama juga diberlakukan di SPBU Mabuun dan SPBU Gunung Batu mulai 3 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk menata penyaluran BBM bersubsidi agar lebih tertib, mengurangi antrean, serta memastikan distribusi lebih tepat sasaran.
Di SPBU Mabuun, pengelola memberlakukan batas maksimal pengisian Pertalite sebesar 200 ribu rupiah untuk mobil. Sementara untuk sepeda motor, batas pengisian tetap 70 ribu rupiah seperti yang sudah diterapkan sejak tahun lalu. Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang dicapai pada 31 Juli 2026.
Pengawas SPBU Mabuun, Irwin Sahrianadi, menyebut penerapan kebijakan baru memberikan dampak positif. Antrean kendaraan mulai berkurang dan proses pengisian menjadi lebih cepat. Pihak SPBU juga memperketat pengawasan melalui sistem dan CCTV untuk mencegah pengisian berulang serta menolak kendaraan dengan tangki modifikasi.
“Kalau di tempat kami khususnya di SPBU Mabuun tidak bisa berulang kali mengisi, karena kami ada sistemnya sudah ada yang memantau, dan dari pengawasan manajemen ada CCTV, mana yang berulang kami dikeluarkan, terutama seperti tangki modifikasi atau tangki yang tidak safety kami keluarkan,” ujar Irwin Sahrianadi, Pengawas SPBU Mabuun.
Sementara itu, SPBU Gunung Batu juga menyatakan siap menjalankan seluruh kebijakan pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi. Manajemen SPBU, Riyanto, menilai pengaturan ini menjadi langkah penting untuk menjaga distribusi Pertalite tetap adil dan sesuai peruntukannya. Ia menilai penurunan harga Pertamax juga membuat minat masyarakat beralih ke BBM nonsubsidi. Pembelian Pertamax di SPBU Gunung Batu disebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan sebelumnya.
“Komitmen kami tetap harus dan selalu mengikuti apa yang menjadi penetapan kebijakan-kebijakan pemerintah tentang hal subsidi tadi, walaupun bagaimana ini kan tidak selamanya, nanti pasti ada hari baiknya, bulan baiknya pasti ada, saat ini memang gejolak mengenai space harga, antara BBM Pertalite bersubsidi dengan Pertamax, Pertalitenya 10.000, Pertamaxnya kemarin sempat di harga 17 terus tanggal 1 tadi turun 350 rupiah, dan ini pengguna Pertamax melonjak sekali, bisa dikategorikan 30 persen naiknya,” kata Riyanto, Manajemen SPBU Gunung Batu.
Pihak SPBU bersama pemerintah daerah dan Satgas terkait akan terus melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap penerapan kebijakan ini. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan penyaluran BBM bersubsidi di Kabupaten Tabalong dapat berjalan lebih tertib, adil, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
