Home Harga Bapok Harga Oli dan Sparepart Melonjak, Konsumen dan Bengkel Sama-sama Terdampak

Harga Oli dan Sparepart Melonjak, Konsumen dan Bengkel Sama-sama Terdampak

by iin hendriyani

Kenaikan harga oli dan sparepart kendaraan dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh pelaku usaha bengkel maupun masyarakat di Kabupaten Tabalong. Lonjakan harga pada sejumlah komponen otomotif dinilai menambah beban biaya perawatan kendaraan yang harus dikeluarkan oleh konsumen.

Kenaikan harga berbagai kebutuhan otomotif menjadi salah satu keluhan yang sering disampaikan pelanggan saat datang ke bengkel untuk melakukan servis rutin maupun penggantian komponen kendaraan.

Pemilik Bengkel Paman Syam Tabalong, Ferry, menuturkan harga oli dan sparepart saat ini sudah mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Menurutnya, kenaikan paling menonjol terjadi pada oli mesin dan oli gardan yang menjadi kebutuhan utama dalam perawatan kendaraan.

Salah satu jenis oli yang sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp55 ribu kini telah meningkat menjadi sekitar Rp80 ribu per botol. Selisih harga ini dinilai cukup besar dan berdampak langsung terhadap biaya servis yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Ferry menjelaskan, kenaikan harga ini diduga berkaitan dengan meningkatnya biaya distribusi barang setelah terjadinya penyesuaian harga solar industri. Kondisi ini memengaruhi proses pengiriman barang dari distributor ke daerah sehingga berdampak pada harga jual oli dan sparepart di pasaran.

“Kenaikan ini dampaknya pasca kenaikan solar kemarin. Ada solar untuk industri. Cuma imbasnya ke solar subsidi, jadi kemungkinan untuk pengiriman agak susah mendapatkan solar. Makanya berdampak ke kenaikan harga. Kalau dari konsumen sendiri memang sebagian besar mengeluh. Cuma mau tidak mau mereka harus membeli karena mesin tetap memerlukan sparepart untuk diganti. Jadi mau tidak mau mereka harus membeli, walaupun sebenarnya cukup memberatkan konsumen,” ujar Ferry, Pemilik Bengkel Paman Syam.

Ferry berharap harga oli dan sparepart dapat kembali stabil seiring membaiknya kondisi distribusi dan biaya transportasi barang. Jika biaya pengiriman dapat ditekan, maka harga komponen otomotif di pasaran juga diharapkan dapat kembali menurun dan lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment