Selain hasil produk pertanian, produk peternakan seperti daging-dagingan juga belum mengalami penurunan harga sejak momen Hari Raya Idul Fitri. Seperti yang terpantau pada 28 Maret 2026, harga daging ayam masih tinggi, mencapai 30 hingga 60 ribu rupiah per kilo. Meski harga tinggi, namun penjualan masih stabil.
Harga daging ayam yang dijual di Pasar Bauntung Tanjung masih terpantau tinggi. Daging ayam dijual dari harga 30 ribu hingga 60 ribu per kilo tergantung jenisnya. Harga ini masih jauh di atas harga normal yang biasa dijual antara 24 ribu hingga 40 ribu per kilo.
Pedagang menyebut, peningkatan permintaan saat momen Lebaran sebelumnya menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga daging ayam masih bertahan tinggi hingga saat ini. Pasalnya stok ayam telah banyak dipotong menjelang momen Idul Fitri, sehingga stok yang siap potong kini menjadi terbatas. Meski harga ayam potong tinggi, namun penjualan masih tergolong normal seperti sebelum momen Ramadan.
“Kalau kami ini kadang terjualnya sekitar 30 ekor ayam potong yang hari normal ini, kalau hari raya semalam sampai 100 ekor bahkan bisa lebih dari 100 juga. Tapi untuk harga masih tetap naik tinggi kaya pas dekat hari raya semalam,” ujar Neliusita, pedagang ayam.
Sementara itu, untuk komoditas lain seperti ikan, harganya juga masih belum mengalami penurunan sejak menjelang Hari Raya hingga saat ini. Kondisi ini membuat pedagang harus bertahan dengan situasi pasar yang belum stabil.
Sebagian pedagang mengaku masih tertolong dengan adanya pelanggan tetap atau langganan yang rutin membeli. Namun mereka tetap berharap harga segera turun agar penjualan kembali normal dan daya beli masyarakat tidak tertekan.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
