Warga Muhammadiyah menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh kegembiraan. Meski terdapat perbedaan penetapan hari raya, suasana Lebaran di Tabalong tetap berlangsung aman, damai, dan penuh toleransi.
Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah disambut dengan suasana khidmat dan penuh kebahagiaan oleh warga Muhammadiyah yang merayakannya pada Jumat, 20 Maret 2026. Salah satu titik pelaksanaan salat Idul Fitri digelar di lapangan voli depan Kodim 1008 Tabalong.
Sejak pagi hari, ratusan jemaah terlihat antusias mengikuti salat Ied bersama. Salah satu jemaah, Akhmad Heriadi, mengungkapkan rasa syukurnya atas suasana Lebaran yang damai dan penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah Lebaran tahun ini berjalan dengan damai, khidmat, dan alhamdulillah kita dipertemukan di suatu tempat yang luar biasa penuh kebersamaan,” ujar Akhmad Heriadi.
Diketahui, perayaan Idul Fitri tahun ini mengalami perbedaan penetapan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026, sementara Pemerintah Republik Indonesia menetapkan pada 21 Maret 2026.
Meski terdapat perbedaan, masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan. Perbedaan hari raya tidak menjadi penghalang untuk menjaga kerukunan umat. Hal ini juga disampaikan oleh Puad Adi Pradana.
“Ini sebagai wujud dari masyarakat Muslim di Tabalong terciptanya saling toleransi meskipun berbeda hari. Meskipun berlainan, tapi tidak bisa memecah belah umat Islam,” ujar Puad Adi Pradana.
Warga Muhammadiyah berharap melalui perayaan Idul Fitri ini, seluruh umat Muslim kembali fitrah atau suci, serta seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan dapat diterima.
Gazali Rahman, TV Tabalong, melaporkan.
