Home Blog Sulap Limbah Jadi Irigasi Tetes, Petani Tabalong Bisa Hemat Air!

Sulap Limbah Jadi Irigasi Tetes, Petani Tabalong Bisa Hemat Air!

by iin hendriyani

TABALONG — Menghadapi musim kemarau, DKP3 Tabalong mengenalkan teknologi irigasi tetes kepada petani hortikultura. Memanfaatkan limbah sampah, teknologi ini dinilai mampu menghemat air, tenaga, dan biaya penyiraman tanaman.

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian atau DKP3 Tabalong menggelar Bimbingan Teknis Irigasi Tetes Hortikultura bagi puluhan petani di Kecamatan Tanta pada Senin, 19 Oktober 2026, di Aula BPP Tanta.

Dalam kegiatan ini, petani dibekali pemahaman tentang pentingnya ketersediaan air bagi pertumbuhan tanaman hortikultura, sekaligus diperkenalkan teknologi irigasi tetes yang memanfaatkan limbah sampah.

Bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, sedotan, dan tali sepatu bekas. Melalui teknologi ini, air dialirkan secara bertahap langsung ke area perakaran tanaman, sehingga penggunaannya lebih efisien.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Tabalong, Khotim, menjelaskan irigasi tetes memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari penghematan air, waktu, dan tenaga, hingga energi karena dapat diterapkan tanpa menggunakan pompa air.

“Harapannya petani dapat menerapkan informasi yang kita sampaikan sehingga tanaman horti di Kabupaten Tabalong tetap eksis walaupun dalam musim kemarau, sehingga harga-harga sayur tidak melambung. Sekarang kan tinggi nih harga sayur di pasaran karena produksinya menurun. Tapi kalau petani mau menerapkan irigasi tetes ini dengan bijaksana, insyaallah hasil horti masih tetap kita peroleh sehingga pasokan sayur di pasar masih terjaga,” ujar Khotim, Katimker Tabalong.

Khotim menambahkan, selain menghemat sumber daya, pasokan air yang lebih terkontrol juga membantu menjaga kelembapan tanah, sehingga tanaman terhindar dari risiko kekurangan air maupun genangan berlebihan.

Ke depan, pengenalan teknologi ini akan diperluas ke wilayah utara Tabalong, meliputi Kecamatan Haruai, Muara Uya, dan Jaro.

Maria Ulfah, TV Tabalong Melaporkan.

You may also like

Leave a Comment