Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tabalong menggelar sosialisasi dan pengenalan usaha pertanian bagi santri melalui Program Santri Cinta Pertanian yang digelar pada Rabu 17 Juni 2026.
Program Santri Cinta Pertanian yang dilaksanakan Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong ini menyasar puluhan santri dan santriwati di Pondok Pesantren Syams Ummul Qulsum, Kecamatan Murung Pudak.
Melalui program ini, para santri mendapatkan materi seputar pengenalan pertanian, jenis-jenis tanaman yang dapat diusahakan, serta cara bertani hingga perhitungan keuntungannya.
Selain itu, para santri juga akan mendapatkan pendampingan dari tenaga penyuluh dalam mengembangkan kegiatan pertanian di lingkungan pesantren.
Kepala Bidang Penyuluhan DKP3 Tabalong, Rahman Effansyah, berharap kegiatan ini mampu mendorong minat generasi muda di pesantren untuk terjun ke dunia pertanian sekaligus mewujudkan kemandirian pangan, khususnya di lingkungan pesantren.
“Tujuannya selain untuk ketahanan pangan, kita juga melihat bahwa petani di daerah kita semakin berkurang karena faktor usia. Jadi kita harus menyiapkan generasi penerus, termasuk dari kalangan santri dan petani milenial,” ujar Rahman Effansyah, Kabid Penyuluhan DKP3 Tabalong.
Pihak pesantren menyambut baik program ini karena dinilai menjadi bekal penting bagi para santri, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis di bidang pertanian dan perikanan yang dapat menjadi dasar untuk berwirausaha mandiri.
“Alhamdulillah kami mengadakan ini untuk pengajaran kepada santri. Di samping belajar agama, kami berharap mereka juga memiliki pengetahuan tentang pertanian dan perikanan sebagai bekal usaha di masa depan,” ujar Ust. Muhammad Buchori, Pimpinan Pesantren Syams Ummul Qulsum.
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Tahfiz Terpadu Ponpes Syam Ummul Qulsum, Norisa Afrida Rianti, menilai program ini menjadi solusi bagi siswa yang setelah lulus masih bingung menentukan arah karier.
Dengan adanya program ini, diharapkan para santri memiliki keterampilan yang dapat dibawa ke masyarakat, khususnya karena banyak di antara mereka berasal dari wilayah pedesaan.
Dengan adanya gerakan Santri Cinta Pertanian ini, diharapkan lahir generasi penerus pertanian yang tangguh dan mandiri dari lingkungan pesantren, sehingga sektor pertanian di Tabalong terus berkembang dan berkelanjutan.
Muhamad Khairillh, TV Tabalong Melaporkan.
