TABALONG — Bantuan beasiswa Pemerintah Kabupaten Tabalong bagi sembilan pemuda yang menempuh pendidikan keagamaan di luar negeri mendapat sambutan baik dari para orang tua. Dukungan ini dinilai membantu meringankan beban biaya pendidikan selama anak menjalani studi di perantauan.
Bagi orang tua, menyekolahkan anak ke luar negeri memerlukan persiapan yang tidak sedikit. Selain memastikan kesiapan anak menjalani pendidikan, orang tua juga harus menyiapkan biaya untuk berbagai kebutuhan selama di perantauan.
Karena itu, bantuan beasiswa yang diberikan Pemkab Tabalong dinilai memberikan keringanan bagi keluarga. Bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan mahasiswa.
Salah satunya dirasakan Muhammad Yusuf, orang tua Nor Khalifatun Nisa, mahasiswi Universitas Al-Azhar Mesir. Memasuki semester pertama, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, di antaranya membeli buku dan kitab.
“Alhamdulillah. Ya, sangat-sangat membantu bagi kita untuk membiayai anak kita sendiri. Untuk biaya sekolah saja, Pak. Beli buku-buku, kitab-kitab, mungkin itu,” ujar Muhammad Yusuf, orang tua Nor Khalifatun Nisa.
Hal serupa turut diungkapkan Zulkifli, orang tua Muhammad Irfansyah, yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Wasatiyah Yaman.
Setelah lebih dari tiga tahun menjalani pendidikan, bantuan pemerintah akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama kuliah, mulai dari membeli kitab, membayar kos, hingga keperluan pendidikan lainnya.
“Ya, uang digunakan untuk beli peralatan kayak kitab, bayar kos-kosan, keperluan kuliah. Harapannya mudah-mudahan ke depannya ada lagi bantuan dari Pemerintah Tabalong,” tutur Zulkifli, orang tua Muhammad Irfansyah.
Bagi para orang tua, bantuan beasiswa Pemkab Tabalong dinilai menjadi dukungan berarti dalam menjaga kelancaran pendidikan anak di luar negeri.
Diketahui setiap penerima mendapat bantuan beasiswa sebesar 20 juta rupiah yang ditujukan untuk kegiatan perkuliahan dan biaya hidup.
Pemberian beasiswa tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah dengan PT Adaro Indonesia dan PT PPA untuk mendukung program prioritas seribu sarjana.
Dano Nafarin, TV Tabalong Melaporkan.
