Meski berada di tengah musim kemarau, Kelompok Tani Makmur I Desa Banua Rantau, Kecamatan Banua Lawas, berhasil memanen padi sawah rawa lebak dengan hasil mencapai 8,8 ton gabah kering panen per hektare. Keberhasilan ini didukung ketelatenan petani, pemanfaatan sumur bor, serta pendampingan penyuluh pertanian.
Panen padi sawah rawa lebak Kelompok Tani Makmur I Desa Banua Rantau, dilaksanakan secara simbolis pada Kamis 10 September 2026. Panen dihadiri jajaran DKP3 Tabalong, BPS, Inspektorat, Forkopimca Banua Lawas, dan pemerintah desa.
Dari hasil ubinan, produktivitas padi mencapai 8,8 ton gabah kering panen per hektare. Dengan luas lahan sekitar 42 hektare, total produksi diperkirakan mencapai 369 ton gabah kering panen.
Kepala DKP3 Tabalong Fahrul Raji mengungkapkan, hasil panen tersebut tergolong baik, terlebih dilakukan di tengah musim kemarau. Petani juga berhasil melakukan pola tanam hingga dua kali panen. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari keuletan petani dalam mengelola lahan, termasuk mengikuti arahan dari penyuluh pertanian.
Salah satu upaya yang dilakukan petani adalah memanfaatkan sumur bor yang tersedia di kawasan pertanian. Langkah ini membantu menjaga ketersediaan air, saat kondisi lahan rawa lebak menghadapi musim kemarau.
“Dan ini tentunya dari upaya yang luar biasa dari kawan kawan kelompok tani kami sangat mengapresiasi dan juga kemandirian mereka dan salah satunya adalah mereka apa itu bisa memanfaatkan sumur bor yang ada dan nanti mudah mudahan nanti bisa ke depannya lebih baik dan kedua kali panen,” ujar Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.
Untuk mempercepat proses panen, petani juga menggunakan combine harvester bantuan pemerintah. Penggunaan alat ini membuat proses panen menjadi lebih cepat dan efisien.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
