TABALONG – Petani Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, berhasil melaksanakan panen raya padi di tengah musim kemarau.
Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi di lahan tersebut mencapai 6,2 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dengan luas lahan mencapai 25 hektare, total produksi gabah kering panen diperkirakan mencapai 155 ton.
Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kabupaten Tabalong bersama Kelompok Tani Padaringan III, Desa Lok Batu, Kecamatan Haruai, melaksanakan panen raya padi secara simbolis, Rabu (23/9/2026).
Panen raya berlangsung di lahan pertanian seluas 25 hektare. Berdasarkan hasil ubinan, produksi mencapai 3,8 kilogram dengan produktivitas sekitar 6,2 ton GKP per hektare.
Dengan luasan lahan tersebut, produksi gabah kering panen diperkirakan mencapai 155 ton.
Ketua Kelompok Tani Padaringan III, Majidi, mengatakan hasil panen tahun ini mengalami penurunan sekitar lima persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut disebabkan musim kemarau yang berkepanjangan serta keterbatasan air untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi.
“Kalau kita perbandingan untuk tahun kemarin ini agak menurun sesuai dengan keadaan El Nino. Tanahnya itu sudah pecah-pecah, jadi untuk pengairan agak susah,” ujar Majidi.
Saat ditanya mengenai persentase penurunan hasil panen dibandingkan tahun sebelumnya, Majidi menyebut penurunannya berada di kisaran lima persen.
Untuk mendukung keberlanjutan produktivitas pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong menyerahkan bantuan pembangunan satu unit embung kepada kelompok tani.
Plt Sekretaris DKP3 Tabalong, Rahman Efansyah, berharap embung tersebut dapat menjadi salah satu sumber air bagi lahan pertanian, selain memanfaatkan sumber air dari Sungai Jaing.
“Mudah-mudahan kita berharap di situ sumber air ini itu dari embung dan dari Sungai Jaing,” kata Efan.
Efan berharap bantuan pembangunan embung dapat memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian. Dengan demikian, petani diharapkan dapat mempertahankan produktivitas padi pada musim tanam berikutnya, terutama ketika menghadapi kondisi kemarau.
Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik petani maupun penyuluh pertanian, sehingga produktivitas padi tetap dapat dipertahankan meski berada di tengah musim kemarau.
Maria Ulfah – TV Tabalong
