TANJUNG — Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong dikeluhkan warga. Pasalnya, pemadaman yang bisa berlangsung lebih dari 2 jam ini dinilai mengganggu aktivitas usaha dan rumah tangga.
Pemadaman listrik yang terjadi di Kabupaten Tabalong beberapa pekan terakhir berdampak pada aktivitas warga di sejumlah kawasan di Kecamatan Murung Pudak.
Warga mengeluhkan pemadaman listrik yang masih terjadi karena berdampak langsung pada kegiatan sehari-hari. Bagi pelaku usaha kecil, padamnya listrik tidak hanya menghambat aktivitas berjualan, tetapi juga mengganggu pelayanan kepada pelanggan.
Ahmad Suhaimi, penjaga konter Nida Ponsel di kawasan Pandan Arum, mengaku pemadaman listrik menghambat proses transaksi, terutama untuk layanan yang membutuhkan koneksi internet. Kondisi ini membuat pelayanan kepada pelanggan tidak dapat berjalan optimal.
“Yang dirasakan ya kalau mati listrik ini ya terganggu, soalnya kalau mati lampu jaringan untuk transaksi kami ya akhirnya lelet,” kata Ahmad Suhaimi, Penjaga Konter Nida Ponsel.
Keluhan serupa disampaikan Dimas Nugroho, pedagang toko kelontong di kawasan Syuhada. Menurutnya, pemadaman listrik turut menghambat kegiatan berjualan, termasuk penggunaan peralatan listrik dan kulkas untuk menyimpan barang dagangan.
“Kalau untuk pemadaman listrik ini jelas terganggu sekali kami, karena kita kan aktivitas kayak aktivitas masak, nyuci, dan jualan ini sering pakai listrik juga. Jadi kalau sedikit-sedikit dipadamin terus ya terganggu,” ujar Dimas Nugroho, Penjual Toko Kelontong Dimas.
Diketahui, pemadaman listrik khususnya di wilayah Kabupaten Tabalong hampir terjadi setiap hari. Berdasarkan pengumuman PLN, pemadaman listrik disebabkan adanya gangguan kelistrikan yang berimbas pada terhentinya pasokan listrik kepada pelanggan di sejumlah kecamatan.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong Melaporkan.
