Home Ekonomi Kolaborasi PT Adaro Indonesia dan Koperasi Dermawan Indonesia Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid

Kolaborasi PT Adaro Indonesia dan Koperasi Dermawan Indonesia Perkuat Ekonomi Umat Berbasis Masjid

by iin hendriyani

PT Adaro Indonesia bersama Koperasi Dermawan Indonesia menggelar Program Masjid Berdaya Adaro di Masjid Tarbiyah Syarafiyah Tanjung pada 13 Februari 2026. Program tersebut diisi dengan kegiatan penyaluran wakaf modal usaha, pendampingan manajemen masjid, serta penguatan UMKM jamaah guna mendorong kemakmuran berbasis masjid.

Program Masjid Berdaya Adaro telah berjalan sejak 2023 dan terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis masjid. Tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas pengurus melalui studi banding ke sejumlah masjid percontohan untuk mempelajari strategi manajemen dan pengelolaan umat secara profesional.

Ketua Koperasi Dermawan Indonesia, Adam Syamsudin Noor, menyampaikan pada tahun 2025 sebanyak 50 jamaah dari 10 masjid anggota menerima wakaf modal usaha disertai pendampingan intensif selama 40 minggu atau 10 bulan. Pendampingan meliputi legalitas usaha, strategi pemasaran, hingga penguatan sumber daya manusia agar usaha jamaah dapat berkembang berkelanjutan dan memberikan dampak bagi perekonomian keluarga.

Selain penyaluran modal, program ini juga menyerahkan 10 booth zona UMKM secara gratis serta wakaf produktif gadai emas syariah kepada 10 masjid anggota angkatan 2024. Pengurus masjid turut mendapatkan pendampingan manajemen selama 10 bulan agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga pusat kegiatan muamalah dan pemberdayaan umat.

“Jadi bukan hanya sekadar manajemen bersih-bersihnya, tapi bagaimana manajemen umatnya, SDM-nya di dalamnya. Penyaluran wakaf modal usaha mikro ini yang hari ini disalurkan kepada 50 jamaah dari 10 Masjid Berdaya Adaro 2025 berupa modal serta pendampingan intensif usaha selama 10 bulan. Jadi bapak dan ibu yang bergabung dalam program kegiatan ini, khususnya ibu-ibu rata-rata, itu bukan hanya sekadar modal, tapi juga pendampingan dari segi legalitas dan pemasaran yang hari ini akan kita laksanakan. Sampai pemasaran pun kita pikirkan bagaimana masjid-masjid nanti bisa menjadi wahana bukan hanya sekadar ibadah yang wajibnya saja, tapi muamalahnya juga,” ujar Adam Syamsudin Noor, Ketua Koperasi Dermawan Indonesia.

Melalui Program Masjid Berdaya, PT Adaro Indonesia dan Koperasi Dermawan Indonesia berupaya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang menguatkan ibadah sekaligus menggerakkan ekonomi umat secara terstruktur dan berkelanjutan di Kabupaten Tabalong.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Tabalong, Achmad Rahadian Noor, mengapresiasi Program Masjid Berdaya yang selaras dengan visi Tabalong Smart dalam hal kesejahteraan, kemajuan, dan nilai religius. Menurutnya penguatan nilai keagamaan harus beriringan dengan pembangunan fisik dan ekonomi. Melalui program ini, masjid diharapkan tidak hanya makmur secara fisik, tetapi juga aktif dalam pendidikan dan pemberdayaan umat serta melahirkan generasi berakhlak dan peduli sosial.

“Program Masjid Berdaya ini sangat selaras dengan visi pembangunan Tabalong melalui Tabalong Smart, yakni sejahtera, maju, religius, dan terdepan. Poin religius bukan sekadar slogan, tetapi menjadi ruh dalam setiap kebijakan pembangunan daerah. Kita ingin memastikan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi berjalan beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan akhlak masyarakat. Kita tahu bahwa masjid memiliki peran strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius. Dari masjid lahir generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial serta semangat gotong royong. Melalui Masjid Berdaya Adaro ini, kita berharap masjid tidak hanya makmur secara fisik tetapi juga makmur dalam kegiatan pendidikan dan pemberdayaan umat,” ujar Achmad Rahadian Noor, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan.

Melalui Program Masjid Berdaya ini diharapkan masjid di Kabupaten Tabalong mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang aktif dan produktif. Kolaborasi dunia usaha dan pengurus masjid ini diharapkan terus berkelanjutan agar penguatan ekonomi jamaah berjalan seiring dengan penguatan nilai keagamaan sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Muhammad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment