Di momen peringatan Hari Kearsipan ke-55, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menekankan pentingnya arsip dalam seluruh aspek kegiatan. Pasalnya, arsip merupakan memori kolektif bangsa yang menjadi aset strategis nasional yang fundamental untuk mengarahkan dan memberdayakan masa depan bangsa.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, melalui pidatonya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Tabalong, Tazeriyanoor, pada kegiatan peringatan Hari Kearsipan ke-55 yang berlangsung di Hotel Aston Tanjung, Selasa, 26 Mei 2026.
Melalui peringatan Hari Kearsipan ke-55, ANRI menekankan bahwa arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, melainkan sumber daya atau aset strategis nasional yang sangat fundamental untuk mengarahkan dan memberdayakan masa depan bangsa serta mewujudkan cita-cita nasional.
Kearsipan juga ditegaskan tidak lagi dipandang semata sebagai aktivitas administratif, melainkan sebagai instrumen strategis bangsa dalam memperkuat akuntabilitas publik, membangun keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan, serta sebagai sumber ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban bangsa.
“Dalam konteks kearsipan memiliki peran yang vital. Tidak akan terwujud tata kelola pemerintahan yang akuntabel tanpa adanya tata kelola kearsipan yang baik. Tidak akan ada kesinambungan pembangunan tanpa rekam jejak lembaga yang baik. Tidak akan ada layanan publik yang optimal tanpa sistem yang terintegrasi, terpercaya, dan berkelanjutan. Bidang kearsipan harus mampu berperan sebagai fondasi akuntabilitas pelaksanaan agenda strategis tersebut melalui penyediaan arsip yang efektif, utuh, dan terpercaya sebagai bentuk tata kelola pemerintahan dan pembangunan,” ujar Tazeriyanoor, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Tabalong.
Di momen ini, Kepala ANRI juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik dari unsur pemerintahan, pelaku usaha, tokoh politik, maupun masyarakat Indonesia secara umum, untuk membangun budaya sadar arsip. Dengan demikian, penyelenggaraan kearsipan yang komprehensif dan berkualitas dapat benar-benar terwujud.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
