Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Tingginya antusiasme para pendidik dan satuan pendidikan terlihat dari hampir 100 inovasi yang masuk dalam proses penjaringan tahun 2026.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong tengah melakukan penjaringan dan seleksi awal terhadap berbagai inovasi pendidikan yang dikembangkan oleh satuan pendidikan maupun internal dinas. Inovasi yang masuk meliputi berbagai bidang, mulai dari pendidikan kesehatan, lingkungan hidup, sosial, kebudayaan, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Dari hasil penjaringan tersebut, Disdikbud Tabalong menetapkan 53 inovasi untuk masuk ke tahap selanjutnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Gusti Judid Ihsan Permana, menilai jumlah inovasi yang masuk hampir mencapai 100 usulan, menunjukkan semangat perubahan dan keinginan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Saat ini Disdikbud Tabalong memfokuskan penilaian terhadap inovasi-inovasi yang akan diusulkan dalam ajang IGA Award Tabalong 2026. Inovasi terpilih diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.
“Dengan beberapa inovasi yang dikembangkan maupun baru diluncurkan oleh kawan-kawan di satuan pendidikan, baik di SD, SMP, maupun TK, kami mengharapkan ini menjadi batu loncatan. Mungkin dulu kita terlalu takut terhadap pakem-pakem tertentu. Dengan adanya inovasi ini tentu saja akan mempermudah layanan kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan, sekaligus membantu siswa agar semakin semangat belajar, semakin mudah dalam mengakses pembelajaran, serta mendukung pembelajaran yang berbasis transformasi digital,” ujar Gusti Judid Ihsan Permana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong.
Gusti Judid menegaskan, inovasi menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Melalui berbagai terobosan yang dilakukan sekolah dan tenaga pendidik, akses layanan pendidikan diharapkan menjadi lebih mudah, efektif, dan menarik bagi peserta didik.
Gazali Rahman, TV Tabalong, melaporkan.
