Home Tabalong Hari Ini Guru Ahmad Jaro: Pesantren Jadi Benteng Utama Jaga Akhlak Anak Bangsa

Guru Ahmad Jaro: Pesantren Jadi Benteng Utama Jaga Akhlak Anak Bangsa

by tabalong hari ini
0 comment

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Musthofa mengajak orang tua agar memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Pasalnya, ia menilai saat ini pendidikan Islam diperlukan sebagai benteng akhlakul karimah di tengah perkembangan era digital dan modernisasi.

Hal tersebut disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Musthofa, Kiai Haji Ahmad Sanusi Iberahim, atau lebih dikenal sebagai Guru Ahmad Jaro, usai acara perpisahan santri kelas sembilan SMP Tahfidz Nurul Musthofa tahun pelajaran 2023-2024, pada Minggu, 7 Juli 2024, di aula pendopo besar Pondok Pesantren Terpadu Nurul Musthofa, Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.

Guru Ahmad Jaro berpesan agar para santri yang lulus menjadi garda terdepan untuk kemajuan agama Islam dan benteng akhlakul karimah bagi bangsa Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Ia juga berharap di antara santri akan lahir pejuang dan pemimpin bangsa yang siap mengemban NKRI yang Islami, Qurani, serta berjiwa mutaba’ah kepada Rasulullah SAW.

Selain itu, ia juga berharap ke depan semakin banyak orang tua yang mengirimkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Pasalnya, pesantren dapat dijadikan benteng moral generasi muda.

“Mudah-mudahan ke depannya banyak orang tua yang akan mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren di mana saja atau di Nurul Musthofa, karena inilah pertahanan utama untuk membentengi pergaulan-pergaulan yang sangat merisaukan saat ini. Berkembangnya HP, pergaulan bebas, dan segala macam akhlak yang luar biasa, maka inshaallah solusinya lewat pondok pesantren.” K.H. Ahmad Sanusi Iberahim, Pengasuh Ponpes Terpadu Nurul Musthofa.

Baca Juga  Penjualan Peralatan Berhaji Meningkat Di Tabalong

Diketahui sebanyak 140 santri kelas sembilan SMP Tahfidz Nurul Musthofa dinyatakan lulus, terdiri dari 57 santriwan dan 83 santriwati. Sebagai ungkapan rasa syukur atas kelulusan mereka, ratusan santri menggelar khatmil Quran atau khataman Al-Quran dan tasyakuran perpisahan.

Selain lulus secara pendidikan formal, para santri juga wajib memenuhi syarat kelulusan yang ditetapkan sekolah, yakni menghapal Al-Quran minimal 3 juz, menyelesaikan program Amsilati yaitu salah satu metode cepat membaca kitab kuning, serta mempunyai 250 kosakata bahasa Arab dan 250 kosakata bahasa Inggris.

(Alfi Syahrin, TV Tabalong)

Related Articles

Leave a Comment