Tanjung – UPBS Mura mendorong edukasi kesiapsiagaan kebakaran sejak dini melalui Aw Cup I yang digelar di Tanjung, 1 November 2026. Kegiatan ini menjadi upaya membentuk generasi muda yang tanggap bencana sekaligus menyiapkan regenerasi relawan pemadam kebakaran di masa depan.
Ketua Pelaksana Aw Cup I, Wahyu, menyebut edukasi kesiapsiagaan bencana perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu mengenali risiko kebakaran serta memahami langkah yang tepat saat menghadapi situasi darurat.
Menurut Wahyu, pengenalan peralatan dan teknik dasar pemadaman diharapkan dapat melatih ketangkasan, kedisiplinan, serta kemampuan anak dalam bekerja sama. Selain itu, anak-anak juga diharapkan lebih tenang dan tidak mudah panik ketika menghadapi kondisi darurat.
Upaya ini dinilai penting, mengingat potensi kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan, memerlukan kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam pencegahannya.
“Tujuannya jua ini untuk menanamkan sejak dini mengenalkan kepada anak anak atau generasi baru cara menggunakan alat pemadam yang basic, cara memadamkan situasi kebakaran seperti misal yang saat ini sering itu karhutla, jadi kami tanamkan sejak dini sekaligus menggembleng ketangkasan, jadi generasi yang akan datang itu tidak kaku lagi kalau sudah besarnya,” tutur Wahyu, Ketua Pelaksana.
Melalui edukasi dan pelatihan sejak dini, UPBS Mura berharap lahir generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan dasar penanggulangan kebakaran, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan. Dengan demikian, kesiapsiagaan bencana dapat tumbuh menjadi bagian dari kesadaran masyarakat Tabalong.
Muhammad Khairillah, TV Tabalong Melaporkan.
