Home Pertanian & Perkebunan Budidaya Bawang Merah Tanam Biji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi

Budidaya Bawang Merah Tanam Biji, Perkuat Ketahanan Pangan dan Tekan Inflasi

by iin hendriyani

Sebagai upaya mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus mengendalikan laju inflasi melalui penguatan produksi lokal, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian DKP3 Tabalong menggelar tanam bawang merah dari biji di lahan Kelompok Tani Tunas Baru Kecamatan Banua Lawas.

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian DKPPP Kabupaten Tabalong bersama Kelompok Tani Tunas Baru Kecamatan Banua Lawas melaksanakan kegiatan tanam bawang merah biji pada 12 Februari 2026.

Analis Pasar Hasil Pertanian DKPPP Tabalong, Sri Astuti, menjelaskan penanaman bawang merah dari biji ini sejalan dengan program DKP3 Tabalong dalam mendukung ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. Pasalnya bawang merah menjadi salah satu komoditas yang kerap menyumbang inflasi, sehingga perlu mendapat perhatian khusus melalui penguatan produksi lokal.

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tabalong, DKP3 Tabalong memberikan fasilitas dengan menyerap atau membeli benih bawang merah hasil kelompok tani. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian Tabalong, baik dalam penyediaan benih maupun pemenuhan kebutuhan bawang merah.

“Iya, sementara ini kami ada dukungan untuk membeli hasil benih dari kelompok tani. Jadi ketika kelompok tani berhasil panen, nanti benihnya kami serap atau kami beli. Harapannya agar nanti ke depannya Tabalong bisa mandiri, paling tidak benih bawang merah. Dan bisa juga mandiri untuk konsumsi bawang merah, sehingga tidak lagi kita mengimpor bawang merah dari luar Tabalong,” ujar Sri Astuti, Analis Pasar Hasil Pertanian DKPPP Tabalong.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Baru, Rony Rifani, menuturkan bawang merah yang ditanam berasal dari biji yang sebelumnya disemai, kemudian dipindah tanam pada lahan seluas seperempat hektare, dengan masa tanam sekitar dua bulan setelah pindah tanam, dengan hasil panen yang diperkirakan mencapai 2,5 ton jika kondisi pertumbuhan berjalan normal.

Menurut Rony, keunggulan bawang merah dari biji adalah lebih tahan terhadap cuaca ekstrem, termasuk musim hujan. Meski demikian, tantangan utama yang masih dihadapi ialah pada proses pascapanen, terutama pada penjemuran.

“Kebetulan yang dari biji itu keunggulannya lebih tahan dari musim yang ekstrem. Cuma kami tetap fokus ke budidayanya. Terus yang jadi masalah sebenarnya dari pascapanen. Bawang ini agak sulit, apalagi saat cuaca hujan, agak sulit dalam penjemuran,” ujar Rony Rifani, Ketua Kelompok Tani Tunas Baru.

Rony pun berharap semakin banyak petani mencoba budidaya bawang merah dari biji. Ia menilai metode ini tidak sesulit yang dibayangkan serta memiliki potensi hasil yang lebih baik.

Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment