Home Blog BPBD Tabalong: Kabut Asap Berasal dari Karhutla Daerah Lain, Terbawa Angin

BPBD Tabalong: Kabut Asap Berasal dari Karhutla Daerah Lain, Terbawa Angin

by iin hendriyani

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tabalong menyebut kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dalam sepekan terakhir, bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Tabalong. Kabut asap diduga terbawa pergerakan angin dari wilayah selatan Kalimantan Selatan menuju bagian utara.

Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tabalong dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini terjadi di tengah musim kemarau dan kekeringan, yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan memang terjadi di wilayah Tabalong. Namun, karhutla yang terjadi masih dapat dikendalikan dan tidak meluas.

Luasan karhutla di Tabalong juga dinilai relatif kecil, jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Selatan.

Terkait kabut asap yang dirasakan masyarakat, BPBD Tabalong menegaskan, asap tersebut bukan berasal dari karhutla lokal.

Asap tebal diduga terbawa angin dari wilayah selatan Kalimantan Selatan menuju arah utara, hingga memasuki wilayah Kabupaten Tabalong.

Pergerakan angin tersebutpun juga dapat terlihat di website ISPU Kementerian Lingkungan Hidup.

“Nah terkait kabut yang ada di Tabalong ini kami nyatakan bahwa asap kabut ini bukan berasal dari kebakaran lahan dari wilayah kita, ini murni karena pergerakan angin karena adanya asap tebal di wilayah selatan Kalimantan Selatan dan bergerak menuju anginnya bergerak menuju utara Kalimantan Selatan termasuk ke Kabupaten Tabalong,” ujar Haris Fakhrozi, Kepala BPBD Tabalong.

Menghadapi kondisi kabut asap, BPBD Tabalong mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, apabila tidak ada kepentingan mendesak, terutama saat kabut asap semakin pekat.

Selain itu, warga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mengingat kondisi kemarau dan kekeringan masih berlangsung, sehingga risiko api menjalar dan memperluas kebakaran hutan dan lahan masih tinggi.

Ismitullah, TV Tabalong, melaporkan.

You may also like

Leave a Comment