Home MUSIBAH 329 Hektar Lahan di Tabalong Terbakar, Seradang Terluas Capai 80 Hektar

329 Hektar Lahan di Tabalong Terbakar, Seradang Terluas Capai 80 Hektar

by iin hendriyani

Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Tabalong mencatat ratusan hektar lahan terbakar sejak Januari hingga pekan ketiga September 2026.

Dari sejumlah lokasi, kebakaran terluas terjadi di Desa Seradang, Kecamatan Haruai.

Sekitar 329 hektar lahan di Kabupaten Tabalong tercatat terbakar sepanjang Januari hingga 21 September 2026.

Data ini dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tabalong, di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyebut, salah satu penyebab kebakaran lahan diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan.

Dari sejumlah lokasi kebakaran, lahan terluas terbakar berada di Desa Seradang, Kecamatan Haruai, dengan luas diperkirakan mencapai sekitar 80 hektar.

“Ya sementara ini yang sudah kami catat itu ada di Desa Seradang, Kecamatan Haruai yah, sekitar kurang lebih 80an hektar. Nah ini di Seradang sebenarnya dapat kita tangani yah, kita tanggulangi dan kita kendalikan, tapi begitu selesai petugas sudah pulang, ternyata apinya ada yang kembali menyala. Nah sampai sekarang juga kami melihat pasti, apa dan kenapa bisa terbakar dan aksesnya juga jauh masuk ke dalam, walaupun aksesnya di samping jalan raya tapi aksesnya sulit dijangkau, sulit dimobilisasi baik petugas kami peralatan kami maupun kesulitan membawa air juga, nah terakhir ini ada kabar di Desa Miho ada api terus berkobar, nah karena kesulitan akses, maka kami nanti kalau keadaan darurat akan mengamankan yang terdekat atau yang mengancam perumahan terlebih dahulu,” ujar Haris Fakhrozi, Kepala BPBD Tabalong.

Selain Desa Seradang, BPBD Tabalong juga menerima laporan titik api di Desa Miho, dengan kondisi api yang masih berkobar.

Keterbatasan akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran, khususnya untuk mengerahkan personel, peralatan, dan air.

BPBD Tabalong menegaskan, dalam kondisi darurat, penanganan akan diprioritaskan pada titik api yang paling dekat atau berisiko mengancam pemukiman warga.

Mengingat potensi kebakaran masih tinggi di tengah musim kemarau, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah api menjalar, serta mengurangi risiko meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tabalong.

Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment