Tabalong – Persatuan Olahraga Gasing Indonesia atau Pergasi Tabalong mendorong pelestarian bagasing melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Langkah ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda.
Ketua Pergasi Tabalong, Kai Rusdi, mengungkapkan pelestarian bagasing menjadi upaya untuk menjaga warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan dimainkan generasi penerus.
Menurutnya, bagasing bukan sekadar permainan hiburan, tetapi juga memiliki nilai budaya dan identitas daerah. Permainan ini juga melatih keterampilan, ketepatan, serta konsentrasi pemain.
Kai Rusdi menyebut, bagasing kini mulai kembali diperkenalkan kepada masyarakat. Pihaknya berharap, minat anak-anak dan generasi muda untuk mempelajari olahraga tradisional ini terus meningkat.
Untuk mendorong pelestarian, Pergasi Tabalong berharap adanya dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, agar bagasing dapat dikenalkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Diharapkan untuk pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan dan kebudayaan, kalau bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan khususnya ekstrakurikuler, agar perkembangan bagasing di daerah kabupaten Tabalong makin berkembang. Untuk pegiat bagasing kami dari ketua pergasi kabupaten Tabalong siap untuk melatih atau diminta dari sekolah memberikan pembelajaran bagasing ini,” ujar Kai Rusdi, Ketua Pergasi Tabalong.
Selain itu, Pergasi juga mendorong penyelenggaraan festival dan perlombaan bagasing untuk memperluas partisipasi masyarakat. Salah satunya, rencana lomba bagasing tingkat Banua Enam dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tabalong tahun ini.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.
