Tabalong – Damkar Tabalong mencatat 10 kejadian kebakaran sepanjang Oktober 2026. Empat di antaranya merupakan kebakaran permukiman, sementara enam lainnya kebakaran lahan.
Berdasarkan data Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tabalong, selama Oktober 2026 terdapat 34 laporan kejadian yang ditangani petugas. Dari jumlah tersebut, 10 kejadian merupakan kebakaran, sementara 24 lainnya merupakan kejadian non-kebakaran.
Dari 10 kejadian kebakaran, empat di antaranya merupakan kebakaran permukiman dan enam lainnya kebakaran lahan. Kebakaran di Mungkur Raya, Desa Kapar, menghanguskan tiga rumah, sedangkan kebakaran di Pasar Muara Uya mengakibatkan 15 rumah terbakar.
Selain menangani kebakaran permukiman, petugas Damkar juga turut membantu penanganan kebakaran lahan, sebagai bentuk dukungan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang menjadi sektor utama dalam penanganan karhutla.
Kasi Sarana dan Prasarana Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tabalong, Akhmad Rifani, menjelaskan, berdasarkan pengamatan petugas, kebakaran permukiman umumnya dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting, serta kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga.
“Imbauannya tentu ditingkatkan kewaspadaan. Artinya hal-hal yang berpotensi untuk menyebabkan kebakaran itu sepertinya misalnya sebelum tidur itu bisalah dicek dapurnya, misalnya kompornya apakah sudah dimatikan dengan benar, kemudian juga colokan-colokan listrik itu dilihat. Kebanyakan kita melihat itu colokan itu tumpang tindih, kalau bisa itu dirapikan. Kalau misalnya ada HP yang sudah tidak digunakan itu dicabut saja dan dirapikan, diperiksa. Kemudian juga hal-hal lainnya seperti siapa tahu sekarang ini masih musim panas, kalau bisa saja kan sore membakar sampah, terus sudah disiram, dikira sudah padam kan, padahal masih ada bara di dalam, nah itu dipastikan lah. Dipastikan bahwa itu benar-benar padam,” ujar Akhmad Rifani, Kasi Sapras Damkar.
Rifani juga mengingatkan masyarakat agar memastikan api dan bara sisa pembakaran sampah benar-benar padam, terlebih di tengah kondisi cuaca panas yang masih berlangsung.
Untuk mendukung penanganan kejadian, petugas Damkar Tabalong disiagakan selama 24 jam dengan sistem piket bergiliran. Kesiapsiagaan ini juga didukung relawan pemadam kebakaran di wilayah utara, tengah, dan selatan Tabalong.
Muhammad Dano Nafarin, TV Tabalong, melaporkan.
