Tabalong, Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani, berjanji akan mengawal proses merger BPR Tabalong Bersinar dengan BPR Sekalsel. Pasalnya, BPR Tabalong Bersinar disebut menjadi salah satu BPR dengan kondisi keuangan paling sehat di Kalimantan Selatan.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Tabalong, Haji Muhammad Noor Rifani saat ditemui belum lama tadi.
Haji Fani menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tabalong mendukung rencana merger tersebut, namun tetap akan memastikan proses penggabungan tidak merugikan daerah, terutama dalam menjaga keberlanjutan program Kredit Tabalong Smart.
Menurutnya, program Kredit Tabalong Smart memiliki peran penting dalam membantu masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, wirausaha muda, hingga petani dan tenaga kerja rentan, agar dapat mengakses pembiayaan tanpa bunga dan tanpa jaminan.
Oleh karena itu, ia berharap penggabungan dengan BPR Sekalsel tidak hanya memperkuat kinerja perbankan, tetapi juga tetap memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tabalong.
“Jadi saya kira ini masih perlu kajian, jadi tentu merger menyesuaikan berapa jumlah saham yang proporsional sesuai BPR masing-masing, kita alhamdulillah sehat, makanya sekali lagi kita harus memastikan apabila merger kita harus memastikan program Kredit Tabalong Smart ataupun program yang langsung dengan masyarakat harus jalan. Jadi nanti kalau ada MoU kita akan sampaikan ini, insya Allah Kredit Tabalong Smart tetap harus dijalankan,” ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Rencana merger ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK Nomor 7 Tahun 2024. Pasal 130 ayat satu mengatur kewajiban konsolidasi bagi BPR dengan pemegang saham pengendali yang sama dalam satu wilayah pulau, melalui penggabungan atau peleburan.
Sementara itu, Pasal 131 ayat dua mengatur batas waktu pelaksanaan konsolidasi selama tiga tahun sejak peraturan berlaku, sehingga proses konsolidasi BPR di Kalimantan Selatan ditargetkan selesai paling lambat 30 April 2027.
Diketahui berdasarkan laporan publikasi triwulan III tahun 2026, Laporan Posisi Keuangan PT BPR Tabalong Bersinar memiliki kas dalam rupiah sebesar 957 juta 576 ribu 200 rupiah, dengan total aset mencapai 140 miliar 430 juta 671 ribu 385 rupiah.
Per 10 September 2026, PT BPR juga telah menyalurkan Kredit Tabalong Smart sebesar 9 miliar 45 juta rupiah yang menyasar 1.194 nasabah, sebanyak 908 nasabah merupakan UMKM dan 286 nasabah merupakan petani.
Tim Liputan, TV Tabalong Melaporkan.
