Tanjung — Setelah sempat viral, wisata Padang Ilalang di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, kini mulai sepi. Bunga yang mulai rontok dan kondisi udara akibat karhutla diduga turut memengaruhi minat pengunjung.
Sempat viral karena keindahan bunga ilalang nya, wisata dadakan di Desa Binturu, Kecamatan Kelua, kini mulai sepi pengunjung. Dari pantauan TV Tabalong pada Jumat sore, tidak terlihat pengunjung di lokasi tersebut. Bahkan warung pedagang yang sebelumnya sempat berdiri di pintu masuk juga tak lagi terlihat.
Meski sejumlah area masih ditumbuhi tanaman ilalang, namun bunga-bunga yang sebelumnya menjadi daya tarik utama kini mulai rontok. Kondisi ini membuat pemandangan padang ilalang tidak lagi sama seperti saat pertama kali viral dan ramai dikunjungi warga untuk berswafoto.
Kepala Desa Binturu, Rustam, menyebut sepinya pengunjung diduga tidak hanya disebabkan bunga ilalang yang mulai rontok. Kondisi udara yang memburuk serta kebakaran lahan di sekitar lokasi juga diduga turut berpengaruh.
“Kondisinya ya saat ini tidak terlalu bagus lagi lah kayak yang kemarin itu, kembangnya yang ilalang itu sudah banyak yang rontok sudah. Nah sedangkan yang viral ini kan padang ilalangnya itu kan. Kalonya ilalang itu sudah berbunga ya tidak lama ya rontok,” kata Rustam, Kepala Desa Binturu.
Meski demikian, Rustam mengimbau masyarakat yang masih ingin berkunjung agar tetap memperhatikan kondisi udara. Pengunjung diimbau membawa dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong Melaporkan.
