Tabalong — Puluhan pelaku UMKM binaan PT Saptaindra Sejati mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan berbasis aplikasi SIMANIS. Pelatihan ini ditargetkan membantu pelaku usaha menata pembukuan dan mengembangkan bisnis secara lebih profesional.
Sebanyak 40 pelaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas Sarang Lebah Tabalong atau Sarleta, mengikuti pelatihan laporan keuangan menggunakan aplikasi SIS Sarleta Manajemen Keuangan Bisnis atau SIMANIS. Kegiatan ini dilaksanakan PT Saptaindra Sejati pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Aula PWI Kabupaten Tabalong.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengelola arus kas, menghitung keuntungan, serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha.
Section Head External Relation and Security PT SIS, Fecky Ronald Umboh, menjelaskan bahwa pencatatan keuangan merupakan aspek penting dalam pengelolaan usaha.
“Kami PT SIS sudah bekerja sama dengan Sarleta sudah beberapa tahun ini. Mulai dari pelatihan pengembangan produk sudah kita berikan dan salah satu dari pengembangan produk sudah berjalan, pengembangan usaha, kemudian peralatan, dan sekarang kita masuk ke pelaporan keuangan agar keuangan lebih tertata untuk pelaku UMKM, sehingga secara menyeluruh dari awal usaha sampai nanti akhir pelaporan keuangan semuanya dikuasai oleh pelaku UMKM dan itu untuk kebaikan pelaku UMKM itu sendiri,” jelas Fecky Ronald Umboh, Section Head External Relation and Security PT SIS.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan atau DKUPP Tabalong, Soleh, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong UMKM Tabalong agar naik kelas.
“Bupati ada pesan bahwa UMKM kita harus naik kelas. Salah satunya dengan adanya aplikasi ini mudah-mudahan Bapak, Ibu sekalian tidak lagi pusing kepala mencatat manual, ke depannya kita pemasaran pun memang harus ditingkatkan,” tutur Soleh, Kepala DKUPP Tabalong.
Selain pelatihan, PT SIS bersama sejumlah mitra juga menyalurkan bantuan kepada 22 UMKM binaan. Bantuan dengan nilai dua hingga lima juta rupiah per UMKM ini ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas dan pengembangan produk usaha.
Bantuan diserahkan oleh perwakilan PT SIS bersama PT Adaro Indonesia, PT BUMA, PT PPA, Yayasan Amanah Bangun Negeri atau YABN, serta Kepala DKUPP Tabalong.
Nova Arianti, TV Tabalong Melaporkan.
