Tabalong — Dinas Kesehatan Tabalong menyatakan belum ditemukan peningkatan kasus pneumonia di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Meski demikian, layanan kesehatan dan persediaan oksigen disiagakan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.
Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tabalong, Budi Gunawan, menjelaskan data yang ada belum menunjukkan peningkatan kasus pneumonia, yang dapat menjadi komplikasi serius infeksi saluran pernapasan. Keluhan yang ditemukan sejauh ini antara lain batuk dan sesak napas. Sejumlah warga yang mengalami sesak napas diketahui memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti asma.
Dinas Kesehatan mencatat sekitar sepuluh orang telah mendapatkan penanganan melalui layanan Public Safety Center atau PSC Tabalong Smart 119 karena keluhan sesak napas.
“Untuk kasus berat untuk ISPA kalau tidak ditangani secara serius akan menjadi pneumonia. Kalau kami lihat data pneumonia tidak ada peningkatan, jadi artinya ISPA yang ada ini tidak terlalu berefek, dan untuk pencegahannya sudah secara dini kita atasi, artinya tidak sampai terjadi pneumonia, kasusnya ringan-ringan saja seperti batuk dan lain sebagainya,” jelas Budi Gunawan, Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tabalong.
Untuk mengantisipasi dampak kabut asap, Dinas Kesehatan memastikan layanan oksigen di PSC Tabalong Smart 119 tersedia selama 24 jam. Persediaan obat-obatan untuk menangani keluhan sesak napas, termasuk obat untuk terapi nebulisasi, juga telah disiapkan dengan dukungan Instalasi Farmasi Kabupaten Tabalong.
Layanan oksigen 24 jam juga tersedia di Puskesmas Perawatan Muara Uya, Haruai, dan Kelua. Sementara puskesmas lainnya memberikan pelayanan sesuai jam kerja.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan asap dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau gejala yang memburuk.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.
