Home Blog Kasus Anak Turun, Dewasa dan Lansia Naik! Tren ISPA Tabalong Berubah

Kasus Anak Turun, Dewasa dan Lansia Naik! Tren ISPA Tabalong Berubah

by iin hendriyani

Tabalong — Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mencatat perubahan tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA pada September 2026. Dibandingkan bulan Agustus, kasus pada kelompok anak dan remaja menurun, sementara pada kelompok dewasa dan lansia justru meningkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tabalong, kasus ISPA pada kelompok anak turun dari 451 kasus pada Agustus menjadi 382 kasus pada September. Penurunan juga terjadi pada kelompok remaja, dari 414 kasus menjadi 320 kasus.

Namun, tren berbeda terlihat pada kelompok usia dewasa dan lansia. Kasus ISPA pada kelompok dewasa meningkat dari 1.126 kasus pada Agustus menjadi 1.260 kasus pada September. Sementara pada kelompok lansia, kasus naik dari 206 menjadi 290 kasus.

Subkoordinator Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Tabalong, Budi Gunawan, menjelaskan secara keseluruhan kasus ISPA hanya mengalami penurunan tipis dan tidak signifikan.

“Kalau kita lihat berdasarkan kasus per kelompok umur itu terjadi kenaikan pada usia dewasa dan lansia, kenapa itu terjadi, karena memang dewasa ini memang kebanyakan beraktivitas di luar ruangan dan kadang kita lihat ada yang memakai masker ada yang tidak, walaupun biasanya mereka ada masker, tapi kadang kesadaran kurang, kalau lansia memang terkait dengan daya tahan tubuh mereka yang agak melemah. Kemudian kalau kelompok umur anak dan remaja itu terjadi penurunan sebenarnya di bulan September, kenapa, karena mungkin kalau kita lihat adanya Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong sendiri bahwa PJJ ini berpengaruh terhadap kasus ISPA pada anak-anak dan remaja,” jelas Budi Gunawan, Subkoordinator Surveilans & Imunisasi Dinkes Tabalong.

Sementara itu, Pengelola Vektor dan Zoonosis Dinas Kesehatan Tabalong, Raudah, menjelaskan peningkatan kasus ISPA secara musiman sering terlihat pada periode Juli hingga Oktober. Kondisi ini diduga berkaitan dengan musim kemarau, termasuk potensi paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Terkait perkembangan ISPA dari tahun 2025 sampai 2026 itu memang tren peningkatan kasus ISPA itu biasanya di pertengahan tahun, mulai bulan Agustus mulai terjadi peningkatan, mungkin nanti akan mereda apabila terjadi hujan, jadi setiap tahun hampir rata-rata peningkatan kasus itu di bulan Juli, Agustus, September, Oktober, mungkin karena terkait musim kemarau, kemudian ada pembakaran-pembakaran hutan dan lahan, itu yang mengakibatkan peningkatan kasus ISPA-nya,” terang Raudah, Pengelola Vektor dan Zoonosis Dinas Kesehatan Tabalong.

Dinas Kesehatan Tabalong mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca kering dan potensi paparan asap. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau berasap, mengurangi paparan asap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila gejala ISPA memburuk.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.

You may also like

Leave a Comment