Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tabalong membagikan 1.500 polybag bibit tanaman gratis kepada warga kurang mampu dan kelompok tani di Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak. Bibit terdiri dari cabai, tomat, dan terong, yang diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan dari pekarangan rumah.
Pembagian bibit tanaman gratis ini menjadi bagian dari kegiatan Pemerintah Kabupaten Tabalong saat peresmian RTH Smart di Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, yang digelar pada 17 September 2026. Sebanyak 1.500 polybag bibit dibagikan kepada terdiri dari 500 polybag bibit cabai, 500 tomat dan 500 terong.
Pemberian bibit untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan pangan sederhana. Dengan menanam kebutuhan sehari-hari di pekarangan, warga diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan sayuran sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani menyebut, pembagian bibit gratis ini juga berkaitan dengan upaya menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi. Warga dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam komoditas yang kerap dibutuhkan.
“Nah tadi juga kita membagikan bibit gratis untuk ditanam di pekarangan rumah para warga supaya ketahanan pangan masyarakat kita ini selalu terjaga, jadi tidak perlu terlalu susah-susah cari di pasar kaya lombok, tomat, dan lain-lain jadi cukup ambil di pekarangan rumah masing-masing aja sehingga inflasi kita terjaga,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Pembagian bibit ini juga menjadi salah satu upaya DKP3 Tabalong dalam mendorong gerakan pangan di tingkat masyarakat. Kepala DKP3 Tabalong, Fahrul Raji menyebut, bibit yang dibagikan merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan dalam waktu relatif singkat.
“Ini selain dari gerakan pangan murah, kita tadi juga menyerahkan bibit untuk pekarangan dan ini bibitnya adalah bibit yang mungkin sekitar dua minggu sudah bisa panen dan dalam bentuk polybag dan ini adalah bibit cabai, terong dan tomat. Baik mungkin sama seperti ujar bupati bagaimana ketahanan pangan di kabupaten ini tetap terjaga dan dalam artian masyarakat khususnya yang miskin itu bisa mereka adalah di pekarangan rumah itu ada tanaman yang bisa dimanfaatkan dan juga kita bantu tadi dengan beras dan juga telur yang mungkin mereka bisa jangkau lah untuk harganya,” tutur Fahrul Raji, Kepala DKP3 Tabalong.
Melalui pemanfaatan pekarangan, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga dapat memproduksi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga stabilitas harga komoditas di masyarakat.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.
