Home Blog Pihak Sekolah Apresiasi Simulasi Bencana di MIN 5 Tabalong, Persiapkan Siswa Hadapi Bencana

Pihak Sekolah Apresiasi Simulasi Bencana di MIN 5 Tabalong, Persiapkan Siswa Hadapi Bencana

by iin hendriyani

Kegiatan simulasi tanggap bencana yang digelar BPBD Tabalong di Madrasah Ibtidaiyah 5 Tabalong mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Kegiatan tersebut dinilai memberikan bekal penting bagi siswa dan pihak sekolah, untuk lebih siap menghadapi bencana, seperti banjir dan karhutla.

Simulasi tanggap bencana yang digelar BPBD Tabalong di MIN 5 Tabalong, Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, pada 12 September 2026, mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kegiatan ini dinilai tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melatih siswa agar tahu apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat.

Kepala MIN 5 Tabalong, Aliansyah menilai, edukasi kebencanaan sejak dini membuat anak-anak tidak asing dengan langkah yang harus dilakukan jika bencana terjadi. Terlebih, sejumlah bencana seperti banjir dan karhutla dapat berdampak langsung terhadap aktivitas belajar di sekolah.

“Kami sangat menyambut baik dan apresiasi adanya kegiatan semacam ini. Jadi ini memberikan hal positif bagi anak anak kami, hal ini sangat mengedukasi dan membimbing, jadi kalau ada dikemudian hari ada bencana, jadi anak anak kami dengan hal ini tidak lagi lah asing, jadi sudah tahu apa yang harus dilakukan kalau ada bencana dengan kegiatan hal semacam ini, intinnya kami sangat berterimakasih,” kata Aliansyah, Kepala MIN 5 Tabalong.

Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Desa Tanta Hulu. Kepala Desa Muyadi menilai, simulasi seperti ini memberikan manfaat langsung bagi anak-anak di berbagai jenjang satuan pendidikan. Sehingga edukasi kesiapsiagaan dinilai perlu terus diberikan.

“Kami dari aparat desa sangat beruntung sekali dapat kegiatan seperti ini, tentunya ini sangat bermanfaat lah khususnya bagi anak anak kami, tentunya di desa kami ini beberapa sekolah ya ada sd, ada smp dan juga ada pesantren, tentunya ini sangat membantu sekali,” ujar Muyadi, Kepala Desa Tanta Hulu.

Pengalaman terdampak kabut asap karhutla yang sempat membuat sejumlah sekolah mengalihkan pembelajaran ke jarak jauh, menjadi gambaran bahwa bencana juga dapat mengganggu aktivitas pendidikan. Karena itu, edukasi dan simulasi tanggap bencana dinilai penting untuk terus dilakukan, agar siswa, guru, dan lingkungan sekolah memiliki kesiapan yang lebih baik saat bencana terjadi.

Muhamad Khairillah, TV Tabalong melaporkan.

You may also like

Leave a Comment