Home Blog Kabut Asap Picu Peningkatan Penderita ISPA, IDI Tabalong Siagakan Dokter

Kabut Asap Picu Peningkatan Penderita ISPA, IDI Tabalong Siagakan Dokter

by iin hendriyani

Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Kabupaten Tabalong siagakan seluruh dokter anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Kabupaten Tabalong.

Ketua IDI Kabupaten Tabalong, dr. Agus Suseno mengatakan, pihaknya telah mengimbau seluruh dokter yang tergabung dalam IDI untuk terus siaga dan memberikan perhatian terhadap pasien dengan keluhan gangguan pernapasan. Kesiapsiagaan dokter tidak hanya dilakukan saat memberikan pelayanan secara langsung di fasilitas kesehatan, namun juga melalui layanan konsultasi daring.

Meski demikian, masyarakat yang mengalami gejala atau terindikasi menderita ISPA akibat paparan kabut asap, diimbau untuk memeriksakan diri secara langsung ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan langsung dinilai penting agar dokter dapat melakukan pemeriksaan secara lebih detail dan menentukan penanganan yang sesuai.

Saat ini, IDI Kabupaten Tabalong memiliki sekitar 120 dokter anggota. Sekitar 50 diantaranya merupakan dokter dengan kompetensi yang dapat menangani kasus gangguan pernapasan termasuk ISPA. Para dokter tersebut tersebar di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik mandiri.

“Kalau dokter kita siagakan terus, karena kita selain layanan di setiap hari, sekarang juga ada Halodoc juga terkait dengan teman-teman dokter yang lain, kita siaga 24 jam sebetulnya, dan lebih fokusnya masyarakat datang ke faskes supaya kita periksa secara detail, jadi kita akan melakukan pemeriksaan lebih teliti lagi sehingga nantinya memberikan yang terbaik kepada mereka,” kata dr. Agus Suseno, Ketua IDI Tabalong.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tabalong, Ahmad Baihaki mengatakan, kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan dengan keluhan ISPA memang mengalami peningkatan. Namun hingga saat ini, belum ditemukan kasus gangguan pernapasan yang berkembang menjadi pneumonia. Kondisi tersebut terus menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat kabut asap masih berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Terkait adanya kabut asap yang hampir dialami seluruh Kalimantan, Tabalong juga terimbas dengan hal ini, terkait ini kunjungan masyarakat berobat ke faskes kita untuk ISPA memang agak meningkat, tapi untuk kasus yang lebih parah sampai ke pneumonia itu masih belum ada,” ujar Ahmad Baihaki, Kepala Dinkes Tabalong.

Pemerintah Kabupaten Tabalong terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya risiko gangguan saluran pernapasan. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gejala ISPA lainnya, diimbau untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Muhammad Ariadi, TV Tabalong Melaporkan.

You may also like

Leave a Comment