Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong kembali melakukan penjaringan inovasi dari seluruh perangkat daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap inovasi yang diajukan memiliki manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Hingga 10 Juli 2026, Bapperida Tabalong mencatat sekitar 200 inovasi telah didaftarkan oleh berbagai SKPD. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga penutupan pendaftaran. Kepala Bapperida Tabalong, Arianto menyampaikan, total usulan inovasi tahun ini diprediksi mencapai lebih dari 400 inovasi. Namun, pemerintah daerah akan melakukan seleksi lebih ketat dan hanya menetapkan sekitar 200 inovasi terbaik untuk dilanjutkan.
Menurut Arianto, kebijakan ini dilakukan agar kualitas inovasi tetap terjaga. Selain itu, jumlah inovasi yang proporsional juga menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah oleh pemerintah pusat.
“Karena sesuai dengan standar 200 itu, karena akan menentukan nanti kalau kita lebih dari itu nanti pembaginya akan lebih besar dan mengurangi nilai, jadi makanya kita akan membatasi sekitar 200 inovasi yang terpilih dari inovasi-inovasi yang ada, yang sebenarnya lebih dari itu mungkin dua kali lipat jumlah itu, cuman kita batasi dan lebih selektif lagi di tahun ini supaya pembaginya tidak terlalu besar,” kata Arianto, Kepala Bapperida Tabalong.
Arianto menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabalong terus mendorong setiap SKPD untuk melahirkan inovasi yang mampu menyelesaikan permasalahan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah daerah menyiapkan pemberian insentif bagi SKPD yang aktif berinovasi. Sebaliknya, SKPD yang tidak memberikan kontribusi dalam pengembangan inovasi akan dievaluasi, termasuk melalui rencana penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP.
Maria Ulfah, TV Tabalong melaporkan.
