SMA Negeri 2 Tanjung menetapkan sebagian kecil siswanya belum naik kelas. Keputusan ini diambil karena siswa tersebut belum memenuhi salah satu syarat sekolah, yakni kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah huruf hijaiyah.
SMA Negeri 2 Tanjung telah membagikan rapor kenaikan kelas untuk 605 siswa kelas 10 dan kelas 11 pada 18 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, hampir seluruh siswa dinyatakan naik kelas. Namun, sekitar 0,9 persen atau sebagian kecil siswa belum dapat naik kelas.
Pihak sekolah menyebut keputusan ini bukan bentuk hukuman, melainkan waktu tambahan atau “injury time” bagi siswa untuk memperbaiki kekurangan mereka, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an. Kepala SMA Negeri 2 Tanjung, Hamsyarudin, menjelaskan salah satu syarat kenaikan kelas di sekolah ini adalah kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah huruf hijaiyah sebagai bagian dari penguatan misi daerah Tabalong Religius.
Siswa yang belum memenuhi syarat tersebut diberikan kesempatan untuk belajar kembali hingga mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Setelah dinyatakan mampu, siswa akan melakukan uji kemampuan bersama guru agama di sekolah untuk memastikan kelayakan mereka naik kelas.
“Secara keseluruhan mereka naik kelas, hanya ada 1 persen, maaf tidak sampai 1 persen, 0,9 persen. 0,9 persen itu perlu waktu untuk memperbaiki atau istilah kami itu agar mereka mempunyai tanggung jawab terhadap kekurangan yang mereka miliki. Jadi kami memperkuat misi daerah kita, yaitu Tabalong Religius. Kami mensyaratkan bahwa mereka bisa naik kelas jika bisa membaca Al-Qur’an dengan kaidah huruf hijaiyah. Karena mereka belum bisa membaca Al-Qur’an, maka kami memberikan ‘injury time’, penambahan waktu untuk mereka mengejar ketertinggalan,” ujar Hamsyarudin, Kepala SMA Negeri 2 Tanjung.
Pihak sekolah berharap kebijakan ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih bertanggung jawab, sekaligus mendukung penguatan nilai religius di lingkungan pendidikan. Dengan kebijakan ini, sekolah berharap seluruh siswa dapat menyelesaikan kewajiban akademik sekaligus memiliki kemampuan dasar keagamaan yang lebih baik di masa depan.
Muhamad Khairillah, TV Tabalong, melaporkan.
