Pemerintah Kabupaten Tabalong mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk tetap waspada meski Kota Tanjung mencatatkan deflasi bulanan sebesar 0,41 persen pada Mei 2026. TPID diminta terus memantau pergerakan harga dan menyiapkan langkah strategis guna menjaga stabilitas harga di Kabupaten Tabalong.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, saat menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah yang digelar di Kantor BPKAD Tabalong pada 10 Juni 2026. Bupati mengapresiasi kinerja TPID yang berhasil menjaga stabilitas harga hingga Kota Tanjung mengalami deflasi pada bulan Mei. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah karena perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu akibat berbagai faktor.
Karena itu, pemantauan harga di pasar dan antisipasi terhadap gangguan pasokan maupun kenaikan biaya distribusi harus terus dilakukan. Pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai langkah seperti operasi pasar, kerja sama dengan daerah pemasok, serta peningkatan produksi pangan lokal untuk menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat.
“Kita terus memantau pergerakan harga-harga di lapangan akibat kenaikan BBM atau keterlambatan pasokan. Nah, ini kita lakukan langkah-langkah strategis, terutama operasi pasar. Kemudian kita juga melakukan kerja sama dengan daerah pemasok. Dalam jangka panjang, kita juga sudah mengidentifikasi bahan pokok dan komoditas pangan yang menyumbang inflasi, lalu dilakukan penanaman ataupun memperluas intervensi jumlah tanaman di Kabupaten Tabalong. Harapan kita, dengan produksi ini bisa memasok kebutuhan pasar di Tabalong,” ujar Muhammad Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Tabalong pada 2 Juni 2026, Kota Tanjung mengalami deflasi bulanan sebesar 0,41 persen pada Mei 2026 dibandingkan April 2026. Deflasi tersebut dipengaruhi turunnya harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, emas perhiasan, telur ayam ras, jagung manis, dan ikan papuyu. Sementara beberapa komoditas seperti timun, ikan layang, dan minyak goreng masih menahan laju deflasi.
Maria Ulfah, TV Tabalong, melaporkan.
