Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong meningkatkan upaya mitigasi dan pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca panas yang mulai terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai langkah preventif, BPBD Tabalong melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah wilayah yang dinilai rawan dan memiliki potensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kecamatan Bintang Ara.
Sosialisasi dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi bersama personel lengkap Tim Reaksi Cepat atau TRC. Mereka menyambangi sejumlah desa dan kampung di wilayah pedalaman, di antaranya Kampung Meho dan Kalingai di Desa Panaan, Desa Misim, Desa Hegarmanah, serta Desa Dambung Raya.
Sosialisasi dilaksanakan selama dua hari pada 4 hingga 5 Juni 2026. Tim BPBD menjangkau masyarakat yang sedang beraktivitas hingga mendatangi satuan pendidikan untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan karhutla. Untuk menjangkau wilayah tersebut, tim BPBD menggunakan kendaraan trail dan bermalam di Desa Dambung Raya selama pelaksanaan kegiatan.
Dalam sosialisasi itu, BPBD menyampaikan imbauan Bupati Tabalong agar masyarakat turut berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Beberapa poin penting yang disampaikan yaitu tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api menyala di kawasan hutan dan lahan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.
“Dalam sosialisasi itu kami menyampaikan bagaimana cara membuka lahan dengan tidak membakar, dilakukan tentu dengan cara mekanis atau secara gotong royong padat karya. Kemudian juga kami menyampaikan imbauan Pak Bupati Tabalong terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, antara lain agar membuka lahan tidak dengan cara membakar. Kemudian apabila ditemukan kebakaran hutan segera menghubungi pihak yang berwenang, bisa aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas atau langsung ke BPBD Kabupaten Tabalong. Kemudian juga apabila melakukan kegiatan di hutan jangan sampai meninggalkan api,” ujar Haris Fakhrozi, Kalak BPBD Tabalong.
BPBD berharap masyarakat dapat lebih proaktif lagi dengan adanya imbauan dan sosialisasi yang telah pihaknya berikan. Sehingga ke depan, kasus yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir.
Muhammad Ariadi, TV Tabalong, melaporkan.
